Suara Denpasar - Pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali di Desa Adat Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, memakan anggaran Rp 450 miliar.
Pembangunan yang dibangun di areal seluas 3,1 hektare itu ditargetkan akan rampung pada Agustus 2023.
Meskipun akan rampung pada tahun ini, operasional Turyapada Tower akan dibuka untuk umum pada tahun 2025. Hal itu dikarenakan masih perlu dibangun fasilitas pendukung lainnya di sekitar areal Turyapada Tower.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Bali, A.A Ngurah Adi Ardhana di Kantor DPRD Provinsi Bali.
Ngurah Adi Ardhana menjelaskan harus dibangun kelengkapan seperti akses atau jalur pintas menuju Turyapada Tower serta fasilitas pendukung lainnya.
Karena itu, pihaknya di Komisi III DPRD Bali sedang menganggarkan penambahan anggaran sekitar Rp 200 miliar. Anggaran itu masuk di anggaran tahun 2024.
"Jadi kita akan menambahkan anggaran sekitar 200 miliar untuk kelengkapan fasilitas seperti kereta kabel dan segala macam," ujar Adi Ardhana kepada Suara Denpasar, Kamis (27/7/2023).
"Karena harus melengkapi semuanya. Karena yang namanya anggaran baru keluar di 2024," sambungnya.
Adi Ardhana menjabarkan, dengan penambahan anggaran Rp 200 miliar tersebut maka total anggaran untuk pembangunan Turyapada Tower itu sekitar Rp 650 miliar. Dan semua anggaran itu diambil dari APBD Provinsi Bali.
Baca Juga: DPRD Bali Sarankan Aturan Wisman Bayar Rp150 Ribu Harus Luwes, Tidak Boleh Pukul Rata
"Jadi total pembangunan Turyapada Tower itu sekitar 600 miliar lebih. Ini semua anggaran kita total, anggaran APBD, gak ada anggaran dari pusat," urainya.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali itu yakin, nantinya wisata Turyapada Tower dapat mendobrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali pada tahun 2025. Hal itu karena Turyapada Tower memiliki spesifikasi tersendiri.
"Turyapada Tower itu sangat luar biasa, karena secara teknologi hampir tidak ada tower di bukit. Dan bisa jadi tertinggi di muka bumi. Artinya gimana ada yang lebih tinggi tapi di bawah (dataran rendah) kalau ini (Turyapada Tower) di atas bukit yang tinggi jadi makin tinggi," tandas Adi Ardhana. (*/Dinda)