Suara Denpasar – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso resmi berpisah dengan tim yang sudah ia latih sejak 2019 itu setelah manajemen Persebaya mengambil keputusan untuk mengistirahatkan pelatih berkacamata itu.
Keputusan tersebut diambil sebagai imbas dari buruknya performa tim di awal musim BRI Liga 1 2023-2024. Aji Santoso gagal mendongkrak performa tim yang terus menerun dalam lima laga terakhir.
Terbaru, tim berjuluk Bajul Ijo takluk di kandang mereka sendiri usai dipermalukan Persikabo 1973 dengan skor 1-2 pada pekan ke-6 BRI Liga 1 2023-2024 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jumat (4/8/2023).
Kekalahan tersebut membuat Aji Santoso gagal memenuhi target dari manajemen yakni meraih tujuh poin di tiga laga yang dihadapi Persebaya.
Kekalahan dari Persikabo 1973 membuat target yang diberikan manajemen sudah dipastikan gagal dipenuhi pelatih asal Malang, Jawa Timur itu.
Sehingga manajemen Persebaya mengambil langkah tegas dengan mengistirahatkan Aji Santoso dan menunjuk Uston Nawawi sebagai carataker pelatih sembari menunggu pelatih baru.
“Manajemen Persebaya memutuskan untuk mengistirahatkan head coach Aji Santoso, setelah kembali meraih hasil buruk di kandang, kalah 1-2 dari Persikabo 1973,” tulis rilis resmi Persebaya dilansir Suara Denpasar dari laman resmi klub, Jumat (4/8/2023).
“Keputusan ini dibuat karena tim sudah tidak mungkin memenuhi target tujuh poin yang dicanangkan dalam tiga pertandingan,” imbuhnya.
Selama membesut Persebaya, berikut ini adalah rekam jejak Aji Santoso yang patut dikenang suporter Persebaya.
Baca Juga: PSIS Semarang Fix Tak Diperkuat Pemain Rp6,52 M Ini, Lini Serang Mahesa Jenar Terancam Ompong
1. Membawa Persebaya bangkit dari keterpurukan di Liga 1 musim 2019
Persebaya bukan lah tim yang asing bagi Aji Santoso karena semasa aktif bermain sebagai pesepakbola profesional ia pernah membela tim kebanggaan warga Surabaya itu dan membawa Persebaya menjadi kampiun Liga Indonesia musim 1997-1998.
Lalu ketika berkarier menjadi pelatih, pelatih berusia 53 tahun itu melatih Persebaya dalam tiga periode yakni 2008, 2011, dan 2019-2023.
Pada periode pertamanya, Aji Santoso berhasil membawa Persebaya promosi ke Liga 1 dulu Indonesia Super League (ISL) sekarang Liga 1 musim 2009-2010. Kepastian promosi kala itu didapatkan usai Aji Santoso berhasil membawa Persebaya melewati hadangan PSMS Medan di babak play off.
Di periode ketiganya lah, Aji Santoso patut dikenang karena ia memiliki catatan yang sangat membanggakan. Ditunjuk menangani Persebaya di putaran kedua, dimana kondisi tim lebih banyak berkutat di papan bawah pada Liga 1 2019.
Aji Santoso berhasil membawa Persebaya finish di posisi runner up pada akhir musim dengan catatan 13 laga tak terkalahkan saat itu.