Suara Denpasar – Perkembangan digitalisasi telah merambah ke semua bidang tak terkecuali pendidikan. Perubahan yang disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin canggih membuat institusi pendidikan diminta untuk bisa menyesuaikan diri dengan arus perubahan di era digital.
Tantangan tersebut tak dapat dihindari, mengingat saat ini institusi pendidikan yakni sekolah menghadapi perubahan sekaligus tantangan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 dimana semua serba digital.
Beberapa kebijakan pemerintah di bidang pendidikan juga diarahkan bagaimana Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan mampu menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi untuk bersaing secara global.
Melihat tantangan yang dihadapi oleh sekolah saat ini. Tim pengabdian masyarakat Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program pelatihan kepemimpinan digital bagi kepala sekolah berprestasi se Kota Probolinggo, Jawa Timur pada Selasa (8/8/2023) lalu.
Diketuai oleh Dr. Mustiningsih, M.Pd dan melibatkan akademisi Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd, M.Si, Dr. Agus Timan, M.Pd, serta Dr. Muhibbudin Fadhli, M.Pd.
Kegiatan pelatihan bertema peningkatan keterampilan kepemimpinan digital kepala sekolah dalam upaya percepatan digitalisasi guna menyongsong era Society 5.0.
Kegiatan pelatihan yang diberikan ditekankan pada pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pelatihan tersebut, kepala sekolah dapat menjadi inisiator sekaligus contoh bagi guru di sekolah untuk mengembangkan pola pembelajaran yang inovatif dan kreatif dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari upaya menghadapi era digital.
Mustiningsih mengatakan perubahan di era digital perlu disikapi dengan bijak dan sebaik mungkin oleh sekolah. Salah satunya membangun kerja sama dengan perguruan tinggi dalam usaha transfer ilmu pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, UM Bantu Branding Sekolah lewat Manajemen Human Relation
Di tengah arus perubahan era digital yang masif, kepala sekolah dan guru diminta untuk cepat dan tanggap membaca situasi perubahan dan tuntutan zaman.
“Di era digitalisasi, kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolah perlu memiliki wawasan dan kecakapan yang cukup dalam memanfaatkan teknologi menjadi sebuah inovasi baru dalam pengelolaan sekolah maupun kegiatan pembelajaran,” kata Mustiningsih.
“Karena saat ini tantangan era digital dihadapi oleh semua lembaga dan menjadi sebuah tuntutan yang mau tak mau harus dilaksanakan oleh sekolah,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, S.Si, M.Pd mengakui bahwa digitalisasi menjadi sebuah tantangan yang membuat sekolah harus lari untuk beradaptasi dengan perkembangan digital yang masif.
Selain kesiapan dari sisi sarana dan prasarana, Romlah menyebut kesiapan SDM juga penting untuk bagaimana mereka mau ‘melek’ teknologi untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru di sekolah.
“Menyikapi tantangan di era digital banyak permasalahan yang dihadapi sekolah tapi di lain sisi, ini adalah peluang bagi sekolah untuk bisa merancang inovasi-inovasi baru di sekolah,” jelas Romlah. (*/Ana AP)