Suara Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster alias Pak Yan Koster selama ini secara blak-blakan mengatakan siap maju dua periode sebagai Gubernur Bali pada Pemilu 2024 mendatang.
Dukungan terhadap politisi senior dari PDI Perjuangan Bali itu pun kian bervariasi, mulai dari masyarakat lepas sampai kader partai lain yaitu dukungan dari Bupati Jembrana, I Nengah Tamba yang merupakan kader partai Demokrat Bali.
Jelang pemilu 2024, bertepatan dengan peringatan hari jadi ke 65 Provinsi Bali, Wayan Koster membahas sejumlah prestasi selama kepemimpinannya menjadi Gubernur Bali Periode 2018-2023.
Pak Yan Koster menjelaskan dia memimpin Bali dengan Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali ” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, Atma Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi.
"Visi ini adalah untuk menjaga Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali secara Niskala-Sakala. Dan dilaksanakan secara konsisten, teguh pendirian, dan komitmen kuat," ucap Wayan Koster saat membacakan pencapaian pembangunan selama 5 tahun memimpin Bali di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (14/8/2023).
Lebih lanjut, Wayan Koster mengklaim bahwa dia adalah Gubernur yang paling produktif melahirkan kebijakan yaitu 52 Produk Hukum penting dan strategis yang terdiri atas 25 Peraturan Daerah (Perda) dan 27 Peraturan Gubernur (Pergub).
Meliputi produk hukum dasar, produk hukum yang berkaitan dengan alam, manusia, dan kebudayaan Bali, serta produk hukum pendukung yang berkaitan dengan infrastruktur, energi, lingkungan hidup, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Seluruh produk hukum tersebut adalah untuk menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali, serta sebagai landasan hukum dan haluan dalam mempercepat pencapaian Bali Era Baru," imbunya.
Selain itu, Wayan Koster mengatakan ada 5 bidang prioritas yang dikerjakan selama menjadi Gubernur Bali. Yaitu pertama, bidang Pangan, Sandang, dan Papan. Kedua, bidang Kesehatan dan Pendidikan. Ketiga, bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan. Keempat, bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni, dan Budaya. Kelima, bidang Pariwisata.
5 program prioritas tersebut, kata dia didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi.
"Atas restu dan tuntunan Hyang Widhi Wasa, Ida Bhatara Sasuhunan, Ida Dalem Raja-Raja Bali, Leluhur, Lelangit, dan Guru-Guru Suci, serta kerja keras bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota/Kabupaten se-Bali, Forkopimda Provinsi Bali."
"Pemerintahan Desa Adat, Desa/Kelurahan, dan seluruh komponen Masyarakat Bali sehingga dalam kurun lima tahun, telah dicapai kinerja pembangunan dalam Tatanan Bali Era Baru yang fundamental dan monumental," tandasnya. (*/Dinda)