Suara Denpasar - Pelatih Kepala Kashima Antlers, Atsushi Yanagisawa usai mengakhiri laga International Youth Championship (IYC) 2023 menyoroti pemain sepak bola Indonesia yang suka jatuh berguling-guling sehingga banyak waktu terbuang.
Kritik pelatih Kashima Antlers terhadap perilaku buruk pemain ini tidaklah sendirian. Pelatih Persija, Thomas Doll sebelumnya juga kesal pada kebiasaan buruk serupa yang diamati pada pemain PSM Makassar.
Thomas Doll pernah secara terbuka mengekspresikan ketidakpuasannya terhadap tindakan ini dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Ia menyatakan bahwa gaya bermain semacam ini tidaklah sportif dan merugikan integritas pertandingan.
"Sebenarnya saya tidak suka cara bermain lawan pada hari ini. Karena banyak pemain yang mengulur waktu jadi kita kehilangan ritme, dimana setiap tiga atau lima menit ada pemain berjatuhan, membuang-buang waktu,” ungkap Thomas Doll dikutip dari Antara News.
Dalam pandangannya, tindakan semacam ini merugikan para penonton, terutama para suporter setia Persija Jakarta yang datang dengan harapan menikmati pertandingan sepakbola berkualitas.
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin, 3 Juli 2023. Meskipun hasil akhirnya adalah skor imbang, perhatian terfokus pada tindakan para pemain yang tampaknya mengambil keuntungan dari waktu dengan berpura-pura terluka dan terguling-guling di lapangan.
Sama dengan Thomas Doll, Pelatih Kepala Kashima Antlers baru-baru ini mengomentari kebiasaan buruk serupa yang diamati pada pemain sepakbola Indonesia, khususnya di Bhayangkara Presisi FC.
Yanagisawa mengamati bahwa pemain seringkali menghabiskan waktu dengan berpura-pura terluka dan terguling-guling di tanah, yang pada akhirnya memperlambat permainan dan mengganggu ritme pertandingan.
Baca Juga: Spekulasi Terlalu Liar, Cuma Gegara Ini Arya Saloka Diyakini Pacari Amanda Manopo
Atsushi Yanagisawa menjelaskan bahwa pemain-pemain Indonesia perlu fokus pada permainan yang sportif dan berkualitas, bukan terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan perkembangan sepakbola.
Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas permainan dan semangat kompetitif yang sehat untuk mencapai kemajuan yang nyata.
“Dengan cara bermain seperti itu untuk Indonesia mau meningkat dari 150 ke peringkat 100 dan naik agak sulit, karena selama ini di Jepang tidak ada istilah sedikit-sedikit jatuh guling-guling,” kata Atsushi Yanagisawa, Pelatih Kepala Kashima Antlers dikutip dari Antara News (16/8/2023).
Tak hanya dua klub itu, Bali United juga dikenal sebagai tim yang sering melakukan tindakan "guling-guling" di lapangan ketika terjadi benturan atau pelanggaran.
Alih-alih mempertahankan ritme permainan, mengontrol jalannya pertandingan, dan mengatur tempo bola serta waktu, para pemain Bali United cenderung lebih memilih untuk melakukan gerakan berputar dan jatuh terguling. (*/Dinda)