Suara Denpasar - Seleksi Timnas Indonesia U-17 dari pemain yang terpilih di 12 kota dan diikuti sebanyak 50 pemain sejak tanggal 15 Agustus 2023 di Lapangan A Senanyan, Jakarta resmi berakhir pada Kamis (17/8/2023).
12 kota yang dimaksud adalah Bandung, Palembang, Bali, Tangerang, Samarinda, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Medan, Surabaya, Manado, dan Makassar.
Kabar berakhirnya seleksi Timnas U-17 disampaikan langsung sang pelatih kepala, Bima Sakti.
"Kami di tim U-17 mengucapkan terima kasih kepada PSSI, Pak Erick Thohir, kepada Asprov juga dan klub-klub Liga 1, yang sudah membantu terlaksananya seleksi di 12 kota, banyak pro kontra yang terjadi, itu maklum karena kompetisi tidak ada," kata Bima Sakti dikutip dari laman resmi PSSI, Jumat (18/8/2023).
Dalam seleksi yang berjalan 3 hari ini, Bima mengatakan pihaknya merasa sangat terbantu dan telah menemukan beberapa pemain yang akan dipertahankan.
"Selama pandemi kemarin lalu ada peristiwa Kanjuruhan, kompetisi usia muda juga tidak berjalan, oleh sebab itu dengan adanya seleksi ini banyak terbantu sekali, artinya selama tiga hari seleksi Nasional di Jakarta, ada beberapa pemain yang kita pertahankan untuk bergabung dengan tim U-17 nanti yang sudah TC sejak bulan Juli," katanya.
Selama seleksi, para pemain juga menjalani latihan yang cukup beragam, mulai dari hal yang mendasar seperti passing, rondo game, hingga pertandingan.
"Hingga akhir seleksi nasional ini terbukti punya kualitas. Ada beberapa pemain yang bisa kita kasih kesempatan nanti. Tapi memang kita butuh kompetisi. Kalau untuk turnamen Piala Dunia ini yang sudah mepet di bulan November, memang kita butuh pemain yang siap, memiliki pengalaman, lalu mentalnya juga bagus, komunikasinya bagus," kata Bima.
Proses seleksi ini juga tak hanya dilakukan Bima Sakti sendiri, ia juga mengatakan dirinya senantiasa berdiskusi dengan konsultan pelatih Frank Wormuth mengenai para pemain.
"Kami sudah komunikasi dengan coach Frank. Yang paling pertama kami melihat mental mereka dulu. Mental mereka bagaimana mereka berkomunikasi, bereaksi, kemudian attitude mereka di lapangan, bagaimana saat bertahan maupun menyerang. Kemudian kita melihat teknik mereka, melihat kecepatan mereka, yang jelas, beliau banyak kasih masukan kepada kami," ujar Bima.
Meskipun seleksi Timnas U-17 telah berakhir, namun Bima menyatakan bahwa pihaknya masih mencari sosok pemain yang dapat menjadi penyerang utama, pemain sayap kanan, dan pemain sayap kiri.
Dalam kesempatan itu, Bima pun berpesan kepada para pemain yang terpilih agar selalu bersyukur dan menunjukkan performa yang lebih baik. Sedangkan pada peserta yang gagal lolos, diharapkan tak berkecil hati.
"Kepada mereka yang terpilih nanti, harus bersyukur, kerja keras lagi, mereka juga harus menyiapkan mental lagi untuk bersaing dengan pemain-pemain yang sudah ada. Yang tidak terpilih, jangan putus asa, berkecil hati, karena perjalanan karir mereka masih panjang, dan yang pasti kesempatan mereka masih terbuka kedepannya," pungkasnya.
Seleksi ini menunjukkan komitmen PSSI dan tim pelatih untuk mengembangkan sepak bola usia muda di Indonesia dan mencari talenta-talenta yang siap bersaing di level internasional, salah satunya Piala Dunia U-17 2023 yang akan digelar mulai 10 November hingga 2 Desember mendatang. (*)