Suara Denpasar – Persib Bandung dikabarkan mengalami kekalahan telak dari PSIS Semarang saat melakoni laga BRI Liga 1 2023-2024.
Informasi tersebut diketahui dari unggahan konten YouTube, LIGANYA WAKANDA pada hari Jumat (18/8/2023).
Dalam unggahannya, akun YouTube LIGANYA WAKANDA menyebut Persib mengalami kekalahan telak 2-4 dari PSIS.
“GILAK, DIBANTAI BESAR!! PSIS vs Persib (4-2) BRI Liga 1 2023, Marukawa Tampil Gacor,” tulis LIGANYA WAKANDA di thumbnail konten mereka yang dilansir Suara Denpasar, Sabtu (19/8/2023).
Konten berdurasi 2 menit 17 detik itu telah disaksikan 1,1 ribu kali oleh pengguna YouTube dan disukai delapan pengunjung konten tersebut.
Lantas benarkah klaim informasi tersebut?
Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut terhadap informasi yang disampaikan oleh akun YouTube LIGANYA WAKANDA tidak ditemukan informasi mengenai kekalahan Persib Bandung.
Informasi yang disampaikan narator dalam konten unggahan LIGANYA WAKANDA diawali dengan informasi bahwa Persib takluk dari PSIS Semarang pada gelaran BRI Liga 1 2023.
Baca Juga: Pemain Persib Bandung Banyak yang Absen Lawan PSIS Semarang, Bojan Bodak Dapat Suntikan Tambahan?
Setelah itu narator menyampaikan rekor head to head pertemuan kedua tim dimana Persib disebut lebih dominan dibandingkan PSIS.
Dalam delapan laga pertemuan terakhir kedua tim, Persib meraih enam kemenangan sementara PSIS hanya bisa meraih satu kemenangan dan satu laga lainnya berakhir imbang.
Kemudian narator menyampaikan tren negatif Persib Bandung di awal musim ini yang membuat mereka berada di zona degradasi.
Sementara PSIS performanya musim ini justru bertolak belakang dari Persib. Hal itu membuat tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar diunggulkan merebut kemenangan atas Persib.
Sementara itu, merujuk pada jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia Baru, laga PSIS Semarang vs Persib Bandung baru akan dihelat pada hari Minggu, (20/8/2023).
Artinya laga PSIS vs Persib belum terlaksana. Dengan demikian dapat disimpulkan informasi yang diunggah akun tersebut tidak benar dan bisa dikategorikan sebagai informasi hoaks. (*/Ana AP)