Suara Denpasar – Uston Nawawi bak juru selamat bagi Persebaya Surabaya yang sukses membawa tim keluar dari situasi sulit di awal musim.
Persebaya sempat mengalami paceklik kemenangan di lima laga secara beruntun di awal BRI Liga 1 2023-2024 yang berimbas pada keputusan diistirahatkannya Aji Santoso dari pelatih kepala tim yang pada akhirnya memutuskan meninggalkan Persebaya.
Di tangan Uston sebagai carataker pelatih, Persebaya sukses meraih tiga kemenangan beruntun melawan Bhayangkara FC, Persita Tangerang, dan di laga terakhir mengalahkan juara bertahan musim lalu, PSM Makassar.
Tetapi rentetan hasil positif itu tak membuat Uston besar kepala dengan capaian tim.
Pelatih berusia 45 tahun itu mengaku masih memiliki misi membawa tim berjuluk Bajul Ijo tampil lebih baik lagi.
Dilansir dari laman resmi klub, Uston menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan di Persebaya untuk menjaga performa tim tetap konsisten.
“Anak-anak berjuang maksimal sepanjang pertandingan. Memang ada yang harus dibenahi. Namun kemenangan tetaplah kemenangan harus disyukuri dan kami berjuang lebih keras lagi,” ujar Uston dilansir dari laman resmi Persebaya Minggu (20/8/2023).
Sementara soal tudingan bahwa Persebaya memainkan negatif football dengan memilih bertahan dan sesekali melakukan serangan balik sehingga PSM Makassar mampu tampil dominan.
Uston tidak membantah bahwa ia memang bermain lebih defensif usai gelandang Persebaya, Song Ui-young berhasil menjebol gawang PSM di menit ke-9.
Tetapi meski bermain bertahan, eks pelatih tim Elite Pro Academy (EPA) Persebaya U-20 itu menyebut timnya menyerang lini pertahanan PSM.
Salah satunya menghasilkan peluang emas melalui sepakan Kasim Botan yang masih membentur tiang gawang lawan.
“Kita juga mendapatkan peluang emas, tembakan Kasim Botan membentur tiang. Itu bagian dari game plan,” ungkapnya.
Kemenangan atas PSM menjadi modal positif bagi Persebaya jelang bertandang ke markas PSS Sleman pekan depan. (*/Ana AP)