Suara Denpasar - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares baru-baru ini menjadi sorotan usai tak melepas pemainnya, Dzaky Asraf untuk membela Timnas Indonesia U-23 di ajang Piala AFF U-23.
Akibatnya, Timnas Indonesia mengalami krisis pemain sehingga tak bisa menampilkan performa maksimal di ajang tersebut. Puncaknya, Garuda Muda harus gigit jari setelah kalah dari sang musuh bebuyutan Malaysia.
Sejak saat itu, nama pelatih Bernardo Tavares kerap jadi bulan bulanan warganet.
Tak cukup sampai di situ, PSM Makassar lagi-lagi jadi sorotan setelah disebut terlilit masalah utang senilai Rp5,6 miliar. Informasi ini berasal dari postingan akun @Erisoya_jrm di Instagram seperti dilansir dari Suara Sulsel pada Senin (21/08/2023).
Dalam postingannya seperti yang disadur dari Suara Sulsel, sang pemilik akun menagih utang tersebut dengan menandai beberapa nama mulai dari Sadikin Aksa, Rafi Razak, dan Munafri Arifuddin.
Ketiga nama ini merupakan orang-orang yang berhubungan dengan manajemen PSM Makassar. Masih melansir dari Suara Sulsel, Erisoya melalui kuasa hukumnya, Agus Amri mengungkap bahwa hutang PSM Makassar yang tertunda dari 2016-2019.
Hutang ini digunakan untuk keperluan pemain, seperti gaji, biaya penginapan, dan operasional baik pada pertandingan kandang maupun tandang selama musim Liga 1 dari tahun 2016 hingga 2019.
Sebagai informasi, Erisoya merupakan Sekretaris Munafri Arifuddin, yang dikenal dengan nama panggilan "Appi". Appi sendiri adalah mantan CEO PSM Makassar dan saat ini menjabat sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Hingga kini, total utang manajemen PSM kepada Erisoya mencapai Rp14,9 miliar, tetapi masih ada sisa utang sebesar Rp5,6 miliar yang belum diselesaikan. Upaya penagihan pun sudah dilakukan sejak tahun 2022 namun manajemen PSM Makassar menolak bertanggung jawab.
Buntut dari hutang dengan jumlah fantastis tersebut, Erisoya bersama kuasa hukumnya berencana melaporkan manajemen PSM Makassar dan Munafri ke pihak berwajib atas dugaan penggelapan dan penipuan.
Selanjutnya, ia juga bahkan berencana untuk melaporkan klub asar Sulawesi Selatan ini pada PSSI hingga FIFA.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PSM hingga Munafri Arifuddin masih belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait masalah ini. (*/Dinda)