Suara Denpasar - Persebaya Surabaya telah mengakhiri kerja sama dengan Aji Santoso pada Minggu, 13 Agustus 2023. Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, hingga saat ini belum juga mengumumkan siapa pelatih baru yang akan mengambil alih kendali tim, membuat Bonek, supporter tim Bajol Ijo kecewa.
"Rencana awal kami memang seperti itu (pelatih baru datang pekan ini), tapi saya pastikan belum akan ada pelatih anyar saat laga kontra Borneo FC," ungkap Yahya Alkatiri dikutip dari akun Instagram @persebayawatch (2/9/2023).
Setelah menjalani perjalanan panjang bersama Aji Santoso sejak Liga 1 2019, Persebaya kini harus menghadapi tantangan baru, yaitu mencari pelatih pengganti yang telah membawa warna dalam sejarah klub Bajol Ijo.
Situasi ini menimbulkan beberapa pertanyaan, terutama terkait aturan PSSI dalam pasal 31 Regulasi Liga 1 2021 yang berkaitan dengan pergantian pelatih kepala.
Menurut regulasi tersebut, klub diwajibkan untuk melakukan penetapan dan pendaftaran pelatih kepala baru selambat-lambatnya 30 hari setelah PSSI dan LIB menerima surat pemberitahuan pengakhiran kontrak pelatih kepala yang lama. Pelanggaran terhadap aturan ini akan dikenakan denda sebesar Rp100.000.000.
Reaksi keras pun datang dari para Bonek, pendukung fanatik Persebaya, terkait keterlambatan pengumuman pelatih baru oleh Yahya Alkatiri.
“Ki sakjane sing mbulet iku yahya opo calon pelatihne sih? Nkok lak wes di denda PSSI baru bengok bengok,” ujar akun IG @mat_bacok35.
“Yahya penebar harapan palsu,” ujar akun IG 2mrph7.
“Yahya kurang satset,” ujar akun IG @aryadava99.
Pendukung Persebaya merasa cemas dan kecewa dengan situasi ini, dan berharap tim manajemen segera mengambil tindakan yang tepat demi kebaikan klub. (*/Dinda)