Suara Denpasar - Pada laga sengit antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dalam pekan ke-11 BRI Liga 1 2023-2024, Persija harus puas bermain imbang 1-1 dengan rival abadi mereka, Persib Bandung.
Tak hanya itu, laga sarat gengsi tersebut harus diwarnai dengan pelanggaran kartu merah oleh Hanif Sjahbandi.
Pada pertengahan babak kedua pertandingan Persija vs Persib, Hanif Sjahbandi, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, mendapat kartu merah dari wasit setelah dianggap melakukan tindakan kurang sportif terhadap bek Persib, Nick Kuipers
Pada menit ke-14, Persija mencetak gol pertama melalui Marko Simic, yang memanfaatkan sepak pojok yang dikirimkan oleh Maciej Gajos. Sundulan akurat dari Simic merobek jala Persib, dan membuat tuan rumah unggul.
Kekurangan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Persib. Pelatih Bojan Hodak memasukkan striker David Da Silva, yang kemudian mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-85. Gol ini membuat Persib berhasil menyamakan kedudukan.
Meskipun Persija mencoba menciptakan peluang untuk mencetak gol kedua, skor akhirnya berakhir imbang 1-1.
Hasil ini membuat Persija tetap berada di peringkat 11 klasemen dengan 14 poin dari 11 pertandingan, sementara Persib naik ke urutan 8 klasemen dengan 15 poin.
Perhatian tertuju pada kartu merah yang diterima Hanif Sjahbandi. Keputusan wasit membuat banyak perbincangan di media sosial, terutama di antara pendukung Persija. Beberapa di antaranya menyebutnya sebagai "pemain tarkam" (antar kampung).
“Pemain tarkam kocakkk @hanifsjahbandi,” komen akun IG @ahmad.nrwsh.
“Wooooy Main Jangan Emosian dan Malah Merugikan Tim, Persija Saat ini Udah Unggu 1-0 Lawan Persib Malah Kartu Merah,” ujar akun IG @dodoe_mental.
“Perbaiki emosi bang hanif, lu pemain bagus,” ujar akun IG @tidak_baik08.
Komentar netizen di media sosial mengkritik ketidakmampuan pemain Persija, Hanif Sjahbandi untuk mengontrol emosi, sehingga mendapat kartu merah sekaligus merugikan tim dalam pertandingan tersebut.(*/Ana AP)