Suara Denpasar - Persebaya tampaknya terancam gagal jamu Arema FC di pekan ke-13 lanjutan Liga 1 pada Sabtu (23/9/2023) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Hal ini disebabkan oleh surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyebut jelang Piala Dunia U-17 2023 nanti, Stadion GBT harus steril hingga awal Desember.
Seperti diketahui, Stadion GBT merupakan salah satu venue dalam ajang Piala Dunia U-17 2023 tersebut.
Namun, dilansir dari laman resmi persebaya.id pada Minggu (17/9/2023), alasan harus steril untuk direnovasi itu menimbulkan perdebatan akibat tidak jelasnya keterangan dalam surat tersebut.
Padahal, persiapan jelang laga derbi Jawa Timur antara Persebaya kontra Arema FC hampir rampung.
Di antara persiapannya adalah rapat koordinasi dengan jajaran kepolisian Surabaya, hingga kampanye positif Bonek demi memastikan laga tersebut aman dan lancar.
Manajemen Persebaya pun protes kepada pihak Pemerintah, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1 harus lebih bijaksana dalam mengambil putusan.
Tak hanya itu, Bonek yang juga banyak berperan dalam upaya agar pertandingan Persebaya melawan Arema FC berjalan lancar, mengancam untuk memboikot Stadion GBT.
"Kosongkan GBT rek.. Boikot Piala Dunia," tulis @bimaalf_27 dikutip di kolom komentar unggahan akun Instagram @kitabonek.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Ditekuk Madura United, Bonek Minta Dusan Stevanovic dan Paulo Victor Out
"Gerakan Bonek boikot Piala Dunia," timpal @adipati.kremlin.
"Ingat PSSI.. Piala Dunia U-17 akan diselenggarakan di Surabaya.. jangan melukai hati masyarakat Surabaya," tegas @sporttowatch17.
Adapun manajemen Persebaya kembali menegaskan bahwa agenda renovasi jelang Piala Dunia U-17 harus sinkron dengan agenda laga kandang Tim Bajol Ijo.
Sebab, datangnya surat tersebut, Persebaya, Bonek dan seluruh masyarakat Surabaya menjadi korban. (*/Dinda)