Suara Denpasar – Perwakilan keluarga korban akibat tragedi Kanjuruhan mendesak agar PSSI bisa menghentikan seluruh pertandingan sepak bola pada 1 Oktober 2023 mendatang.
Hal ini dilakukan, sebagai bentuk duka dari pemerintah atas tragedi Kanjuruhan yang akhirnya menimbulkan ratusan orang kehilangan nyawa.
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa tragedi Kanjuruhan ini terjadi usai pertadingan antara Persebaya Surabaya vs Arema FC.
Dari hasil pertandingan, Arema FC memang harus menerima kekalahan tersebut dari Persebaya Surabaya.
Namun usai pertandingan tersebut, kerusuhan besar terjadi hingga akhirnya menimbulkan banyaknya korban luka hingga korban jiwa.
Menyikapi hal tersebut, dikutip dari unggahan di akun Instagram @gozipbola, perwakilan keluarga korban memang berharap agar PSSI bisa menerima permintaan mereka.
Tak hanya itu, pihak perwakilan keluarga korban Kanjuruhan juga menerangkan bahwa, mereka berharap agar setiap 1 Oktober bisa diperingati sebagai hari duka nasional.
Namun di sisi lain, permintaan dari perwakilan keluarga korban Kanjuruhan ini mendapatkan beragam respon dari warganet.
Banyak dari mereka yang merasa kurang setuju, dengan adanya permintaan terkait penghentian seluruh laga sepak bola pada 1 Oktober 2023 mendatang.
Meskipun begitu, banyak juga dari mereka yang memberikan ide lain untuk memberikan penghormatan dan ungkapan duka, atas kejadian tragedi Kanjuruhan ini.
Apalagi diketahui bahwa untuk Liga 1, pada Minggu, 1 Oktober 2023 mendatang akan menggelar pertandingan antara Persib Bandung vs Persita Tangerang dan juga Madura United FC vs Borneo FC.
Sehingga jika hal ini diterima PSSI, tentunya pertandingan antara keempat klub bisa saja terancam berganti jadwal.
“Lahh suruh arema bubar aja la, kenapa klub lainnya yang kena,” tulis akun @badzien.
“Yang suruh berhenti itu Arema, yang harus didesak keluarga korban itu Arema,” tulis akun @jingga.hitam.
“Seharusnya ga perlu ditiadakan. Liga tetap jalan Cuma sebelum laga dimulai mengheningkan cipta,” tulis akun @addzkii.