Suara Denpasar - Laga panas antara Arema FC melawan Persebaya akhirnya bakal diadakan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya (GBT). Sebelumnya, polemik tentang penggunaan Stadion ini bermula ketika GBT mendadak dilarang digunakan untuk laga Arema FC melawan Persebaya.
Larangan ini muncul setelah surat dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Disebutkan bahwa GBT harus steril setidaknya sampai Piala Dunia U-17 yang selesai pada bulan Desember mendatang.
Sontak, hal ini tentu saja langsung memicu reaksi protes dari Manajemen Persebaya dan Bonekmania.
“Pertanyaan kami, renovasi apa di gbt? Tidak jelas. Kapan mulai renovasinya juga tidak diterangkan di surat ini. Sungguh aneh,” protes Yahya Alkatiri seperti dilansir dari Instagram @bonek.pedia pada Selasa (19/09/2023)
Namun belakangan, GBT akhirnya tetap menjadi venue Persebaya lawan Arema FC pada laga pekan ke-13 BRI Liga 1 2023/2024.
“Christian, ketua rombongan FIFA, berdiskusi dengan Direktur Persebaya Candra Wahyudi dan Waketum PSSI Ratu Tisha pada 29 Agustus di GBT. Christian menyatakan keinginannya untuk menonton pertandingan Persebaya vs Arema di GBT,” lanjut akun tersebut.
Keputusan ini pun disambut bahagia oleh para Bonekmania. Mereka menyambut laga ini dan berharap Persebaya bisa memberikan yang terbaik.
Namun di sisi lain, ternyata ada juga Bonek yang memanfaatkan momen ini untuk mengancam Persebaya. Mereka mengancam para pemain untuk memberikan yang terbaik karena Bonekmania sudah memperjuangkan agar tetap bermain di GBT.
“Dibelani arek-arek (Bonekmania) ben isok oleh ijin main ndek GBT. Awas ae sampek moso Arema maine LOYO (Di belain anak-anak biar bisa dapat ijin main di GBT. Awas aja sampai musuh Arema mainnya LOYO), ujar @edobagas_ di kolom komentar @bonek.pedia.
Sebagai informasi, laga Arema VS Persebaya akan digelar pada Sabtu (23/09/2023) mendatang. Dalam laga ini, Bonek menggantungkan harapan tinggi agar klub kesayangannya bisa pulang membawa poin penuh di laga kendang. (*/Dinda)