Didukung Pertamina, Kedonganan Jadi Desa Energi Berdikari di Bali dengan Memanfaatkan PLTS

Suara Denpasar | Suara.com

Minggu, 24 September 2023 | 12:23 WIB
Didukung Pertamina, Kedonganan Jadi Desa Energi Berdikari di Bali dengan Memanfaatkan PLTS
Kedonganan Jadi Desa Energi Berdikari di Bali dengan Memanfaatkan PLTS (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus DPPU Ngurah Rai telah memainkan peran penting dalam memberdayakan masyarakat Desa Adat Kedonganan di Bali dengan mengadopsi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah.

Ini adalah bagian dari program Desa Energi Berdikari (DEB) yang bertujuan untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung transisi menuju Energi Terbarukan yang merata hingga ke pelosok desa dengan memanfaatkan sumber daya energi lokal.

Menurut Dicky Abdul Hakim, Operation Head DPPU Ngurah Rai, energi terbarukan ini juga mendukung operasional Tempat Pembuangan Sampah Reduce-Reuse-Recycle Kedonganan Ngardi Resik (TPS3R KNR).

"Dengan luasnya lahan yang tersedia dan lokasinya yang dekat dengan pantai, kami yakin bahwa masyarakat dapat memanfaatkan energi terbarukan dari tenaga surya untuk mendukung aktivitas TPS3R KNR. Harapan kami, masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari inisiatif ini, sehingga kita dapat mencapai transisi energi terbarukan dengan lebih cepat," ujar Dicky.

Selain memanfaatkan energi terbarukan, TPS3R Kedonganan Ngardi Resik (KNR) juga mengadopsi inovasi dengan penerapan aplikasi berbasis barcode dalam penilaian pemilahan sampah organik dan anorganik.

Sampah organik dikumpulkan dan diolah menjadi briket bioarang serta kompos trichoderma, sementara sampah anorganik dipres untuk dijual kepada pihak ketiga. Inovasi ini mendapat pengakuan dari Dewan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada kunjungan program pekan lalu (14/09).

PLTS dengan kapasitas 6,54 Watt Peak (Wp) dan 10 Watt Hour (Wh) per tahunnya bukan hanya mengurangi emisi hingga 8.502 kgCO2eq, tetapi juga menghemat biaya listrik sebesar Rp15 juta per tahun. Ini adalah salah satu langkah penting dalam mendukung akselerasi transisi Energi Terbarukan dengan mengoptimalkan sumber daya energi lokal.
Supardi Asmorobangun, warga Desa Kedonganan, mengungkapkan, "Energi terbarukan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Kedonganan, terutama dalam pengelolaan sampah di TPS3R. Selain itu, kami juga merasakan dampak positifnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kami."

Sejak tahun 2019, program Desa Energi Berdikari telah menghasilkan manfaat yang signifikan, termasuk energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebesar 170.880 wp, energi biogas dan gas metana sebanyak 605.000 m3/tahun, energi microhydro sebesar 8.000 watt, energi biodiesel sebanyak 6.500 liter per tahun, serta energi hibrida Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Angin sebesar 16.500 wp. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebanyak 565.928 ton Co2eq per tahun.

Lebih dari itu, Desa Energi Berdikari juga berperan dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dan memberikan dampak positif pada perekonomian dengan memberikan manfaat kepada 3.021 Kepala Keluarga dengan total multiplier effect sebesar Rp1,8 miliar per tahun.

Harapannya, melalui program Desa Energi Berdikari Pertamina, masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonomi mereka melalui pelatihan, pengembangan produk UMKM, dan edukasi terkait pemanfaatan serta perawatan fasilitas energi terbarukan.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa program DEB Pertamina ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin #7 (Energi Bersih dan Terjangkau), poin #8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin #13 (Penanganan Perubahan Iklim). "Selain itu, melalui program ini, Pertamina juga berkontribusi pada target Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission di tahun 2060," tutup Ahad. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamuda Seed and Scale 2023, Dukungan Pertamina untuk Startup Indonesia

Pertamuda Seed and Scale 2023, Dukungan Pertamina untuk Startup Indonesia

| Selasa, 12 September 2023 | 12:25 WIB

Terkini

Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB

Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:50 WIB

Main di2Laga FIFA Series 2026 dan Berstatus Abroad, Gimana Performa Ramadhan Sananta?

Main di2Laga FIFA Series 2026 dan Berstatus Abroad, Gimana Performa Ramadhan Sananta?

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 09:48 WIB

Penantian 20 Tahun, Republik Ceko Melaju ke Piala Dunia 2026

Penantian 20 Tahun, Republik Ceko Melaju ke Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 09:48 WIB

Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik

Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:46 WIB

Asal-usul 'Pokoknya Ada' yang Viral dan Jadi Meme di Media Sosial

Asal-usul 'Pokoknya Ada' yang Viral dan Jadi Meme di Media Sosial

Lifestyle | Rabu, 01 April 2026 | 09:46 WIB

Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel

Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:44 WIB

HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya

HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 09:43 WIB

Kasihan Italia, Gagal Lolos ke Piala Dunia Tiga Kali Berturut-turut

Kasihan Italia, Gagal Lolos ke Piala Dunia Tiga Kali Berturut-turut

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 09:43 WIB

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:40 WIB

Turki Akhiri Penantian 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026

Turki Akhiri Penantian 24 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 09:38 WIB