"Cuma pantau,jangan di follow2 dulu akun mereka... Biarin aja seperti saat arhan belum datang... Kita liat dari jauh, apakah marketing atau serius karena talenta... Nanti kalo arhan udah sering starter dan jadi peran penting tim, baru ramai2 dukung follow sebagai bentuk apresiasi bukan karena kepo lagi" sahut netizen lain bernama @yaksklptr.
"pemain sekelas Arhan ini tidak seharusnya lagi menjadi alat pemasaran, dia di Timnas itu salah satu pilar utama, dimana2 yang namanya pilar utama Timnas itu adalah pilihan utama juga di club" tulis akun bernama harun_al_rasyid_selano.(Rizal/*)