Suara Denpasar - Erick Thohir, selaku Ketua Umum PSSI turut memberikan tanggapan terkait keputusan kontroversial wasit pertandingan Persija Jakarta vs Bali United yang berlangsung pada pekan ke-13 BRI Liga 1 2023-2024, Minggu (24/9/2023).
Meski tidak secara terang-terangan, Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang mencoba merusak citra sepak bola Indonesia dengan perilaku curang.
Terlebih jika perilaku curang tersebut dilakukan oleh seorang wasit yang seharusnya bisa dipercaya untuk mengawal laga pertandingan dengan adil.
Awalnya Erick menyinggung soal beberapa fasilitas gratis yang didapatkan seorang wasit.
"Wasit itu juga manusia. Kita sudah dorong wasit itu ada BPJS Kesehatan. Terjamin. Belum pernah ada selama berinvestasi," tutur Erick Thohir, dilansir dari bolatimes.com pada Jumat (29/9/2023).
Selanjutnya, Erick mengancam, jika masih ada pengadil yang terbukti berbuat curang, maka ia tak segan membawa hal tersebut ke ranah hukum.
"Pendanaan buat wasit, ya maksudnya secara dia meniup, sudah standar yang bagus. Kalau ternyata wasitnya masih kotor, ya kita penjarakan," lanjutnya.
Ia menyatakan bahwa pihaknya akan selalu terbuka terkait oknum manapun yang mencoba menodai dunia sepak bola Indonesia.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut meminta semua pihak agar bekerjasama untuk menjaga nama baik sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Begini Peluang PSIS Semarang Datangkan Pemain Kolombia Pilihan Panser Biru - Snex di Putaran Kedua
Semua tindakan kotor yang ditemukan bisa dilaporkan ke Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola.
Satgas tersebut beranggotakan Maruarar Sirait, Najwa Shihab, Ardan Adiperdana, dan Akmal Marhali.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa jangan sampai ada tindakan saling tuduh, tanpa adanya bukti.
"Jangan ada saling tuduh-tuduh, tetapi nggak ada bukti. Buktiin! Sekarang kita sudah punya Satgas Mafia Bola. Mereka bisa punya hotline sekarang," tegasnya.
"Saya pun siap dipanggil sama Satgas kalau ada kecurangan saya. Artinya apa? Sekarang publik diberi akses. Jadi kalau tadi media ada laporan, laporin ke Satgas. Apalagi kita sudah bekerja sama, Satgas ini dengan pihak polisi," imbuhnya.
Seperti kita tahu, sebelumnya pelatih Persija dan pemain Riko Simanjuntak telah melayangkan protes keras terhadap tindakan wasit yang dinilai tidak adil.