Suara Denpasar - Media Vietnam, Bongda Plus menyoroti kekalahan Timnas Indonesia saat melawan Uzbekistan di Asian Games 2022.
Menurut Bongda Plus salah satu penyebab rapuhnya permainan Indonesia di extra time adalah kartu merah yang didapat Hugo Samir.
Sehingga, gawang Timnas yang dijaga kiper asal Persebaya itu harus kebobolan yang kedua kalinya di menit ke-120.
"Hugo Samir mendapat kartu merah kedua dan meninggalkan lapangan, membuat harapan Timnas Indonesia semakin rapuh," seperti dikutip Suara Denpasar dari Media Vietnam, Bongda Plus, pada Jumat (29/9/2023).
Meski demikian, Bongda Plus memuji permainan Timnas Indonesia yang bermain spartan selama 90 menit.
Selain itu, Bongda Plus juga memuji permainan penjaga gawang Ernando Ari Sutaryadi, yang memiliki reflek bagus.
"Refleks Ernando Ari sangat cepat, memiliki antisipasi yang baik," tulis Bongda Plus.
Berkat permainan apik dari Ernando Ari, Timnas Indonesia dinilai mampu berdiri kokoh saat menghadapi serangan badai lawan.
Selama pertandingan berlangsung, Timnas Uzbekistan selalu mendominasi jalannya pertandingan.
Bongda Plus juga menyebut bahwa Uzbekistan menyerang ke lini pertahanan Timnas Indonesia menggunakan berbagai cara.
"Beragam rencana penyerangan dari lini tengah hingga pinggir dikerahkan tim Uzbekistan," tulis Bongda Plus.
Meski demikian, Timnas Indonesia juga memiliki beberapa peluang namun selalu gagal di penyelesaian akhir yang tidak akurat.
Sebagaimana diketahui, akibat kekalahan yang dialami Timnas Indonesia U-24 tersebut skuad asuhan Indra Sjafri harus tumbang di 16 besar Asian Games 2023.
Sementara Hugo Samir juga mendapatkan banyak kritikan dari sejumlah pihak karena tindakannya yang merugikan Timnas Indonesia.
Sebab, di saat Timnas Indonesia membutuhkan gol untuk mendapatkan skor imbang, Hugo Samir justru mendapat kartu merah.