Suara Denpasar – Jadi bahan pembicaraan usai dapat kartu merah lawan Uzbekistan, berikut profil singkat Hugo Samir.
Hugo Samir saat ini memang tengah menjadi perbincangan, usai dirinya yang mendapatkan kartu merah dalam pertandingan Asian Games 2022, karena disebut dengan sengaja menyikut lawannya.
Tindakan yang dilakukan oleh Hugo Samir ini menuai beragam kritikan dari warganet, hingga akhirnya membuat pemain kelahiran Surabaya ini angkat suara.
Dilansir dari akun Instagram @gozipbola, hugo Samir menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan, jika berbagai hujatan hingga kalimat rasis ditujukan untuk dirinya.
Namun ia meminta agar warganet tidak mengucapkan hal yang serupa kepada orang tua dan keluarganya.
Menanggapi adanya pernyataan rasis dari beberapa oknum, membuat Hugo Samir akhirnya mendapatkan dukungan dan embelaan.
Hingga hal ini membuat namanya cukup banyak menjadi perbincangan hingga saat ini.
Untuk mengetahui lebih dalam terkait Hugo Samir, berikut profil singkatnya yang dikutip dari laman transfermarkt.
Hugo Samir merupakan seorang pemain sepakbola yang berasal dari Surabaya, 25 Januari 2005 lalu.
Baca Juga: Dapat Hujatan Rasisme Usai Perkuat Timnas Indonesia di Asian Games 2022, Begini Respons Hugo Samir
Di usianya yang masih tergolong muda, saat ini ia berada di klub Borneo FC Samarinda, yang merupakan pinjaman dari Persis Solo U-20.
Di Borneo FC Samarinda, kontraknya berlangsung hingga 31 Mei 2024 mendatang, sedangkan di Persis Solo U-20, ia dikontrak hingga 10 Januari 2027.
Selain itu, perlu diketahui juga bahwa Hugo Samir ini memang memiliki darah sepak bola dari sang ayah, Jacksen F Tiago.
Jacksen F Tiago sendiri merupakan mantan pemain sepakbola asal Brasil dan juga pernah menjadi pelatih di klub Indonesia.
Sehingga dengan hal tersebut, tentunya darah sepak bola sudah ada di dalam diri Hugo Samir, dan akhirnya memiliki beragam prestasi. (*/Dinda)