Suara Denpasar - Manchester United kembali menelan kekalahan pada pekan ketujuh Liga Inggris. Kali ini, Setan Merah kalah tipis 0-1 dari Crystal Palace di kandang sendiri, Old Trafford, Sabtu (30/9/2023).
Gol semata wayang Crystal Palace dicetak oleh bek Joachim Andersen pada menit ke-25. Andersen memanfaatkan umpan sepak pojok Eberechi Eze untuk membobol gawang Andre Onana.
Manchester United sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan dengan menguasai bola hingga 75 persen. Namun, mereka gagal mencetak gol dari 18 tembakan yang dilepaskan, empat di antaranya tepat sasaran.
Penyerang anyar Manchester United, Rasmus Hojlund, nyaris membawa timnya unggul pada menit ke-10. Namun, bola hasil tendangannya masih dapat dihalau pemain bertahan Crystal Palace.
Pada babak kedua, Manchester United terus berupaya untuk menyamakan kedudukan. Namun, upaya mereka selalu kandas di tangan kiper Sam Johnstone.
Johnstone melakukan dua penyelamatan krusial pada menit ke-52 dan 80. Pertama, dia menepis tendangan Bruno Fernandes dari jarak dekat. Kedua, dia menghalau sundulan Hojlund.
Manchester United pun harus menelan kekalahan keempatnya di Liga Inggris musim ini. Mereka kini berada di posisi 10 klasemen sementara dengan raihan sembilan poin.
Sementara itu, Crystal Palace naik ke peringkat sembilan dengan torehan 11 poin.
Pada pekan kedelapan Liga Inggris, Manchester United akan menjamu Brentford, Sabtu (7/10). Sementara itu, Crystal Palace akan menghadapi Nottingham Forest, di hari yang sama.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Manchester United. Mereka gagal meraih kemenangan di kandang sendiri untuk kali ketiga musim ini.
Manchester United memang mendominasi jalannya pertandingan, tetapi mereka gagal memanfaatkan peluang yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki masalah dalam penyelesaian akhir.
Sementara itu, Crystal Palace tampil mengejutkan. Mereka berhasil mencuri kemenangan dari tim besar seperti Manchester United.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Crystal Palace adalah tim yang berbahaya. Mereka bisa menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar di Liga Inggris.(Rizal/*)