Suara Denpasar - Jelang Piala Dunia U-17 hingga persiapan menuju Piala Asia, radar naturalisasi dari pemain keturunan Indonesia jadi kian kencang. Banyak pecinta Indonesia yang penasaran tentang siapa squat naturalisasi yang dipinang oleh PSSI.
Pada awal September lalu, PSSI secara resmi telah menggandeng Jay Idzes untuk bergabung dengan skuat Timnas Indonesia. Diketahui, Jay merupakan pemain salah satu klub asal Liga Italia, Venezia FC.
“Selamat datang di Indonesia, Jay Idzes! Saat ini Jay bermain di Liga Italia, Venezia. Jay punya komitmen yang sama untuk membangun Timnas menjadi lebih baik. Bersama-sama kita ingin membawa Garuda Mendunia!,” sambut Erick Thohir, ketua umum PSSI pada Kamis (06/09/2023) lalu.
Kedatangan Jay Idzes ke Timnas Indonesia ini langsung disambut gembira oleh netizen Indonesia.
Belakangan isu soal naturalisasi kembali menguat. Banyak netizen yang menyinggung soal salah satu pemain grade A, Ian Maatsen.
Diketahui, pemain keturunan ini bahkan menjadi skuat utama salah satu klub terbesar Liga Inggris, Chelsea FC.
Penampilannya di Chelsea FC pun sangat gemilang. Terbukti, saat laga uji coba melawan Wrexham AFC di Stadion Kenan Memorial, Amerika Serikat, Kamis (20/09/2023) lalu, ia berhasil membawa Chelsea menang telak.
Dilansir dari Suara Sumatera, Ian Maatsen bahkan menyumbangkan 2 gol dari total 5 gol yang dikoleksi Chelsea pada laga tersebut.
Sontak, performa epic-nya pun mencuri perhatian. Tidak heran jika harga pasarnya mencapai Rp208,58 Miliar.
Atas performanya yang gemilang inilah, banyak yang berharap bahwa Ian Maatsen bisa menjalani naturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Sebagai Informasi, garis keturunan Ian Maatsen sendiri adalah Belanda-Suriname.
“Kenapa gak coba (rekrut) Ian Maatsen coba dari Chelsea. Siapa tau mimpi dia main di Timnas Indonesia. Tapi belum terjangkau PSSI,” tulis @RezaMFR1 di akun Twitter (X).
Sementara itu, diketahui Ian kini memegang kebangsaan Belanda. Ia pun masuk dalam daftar Timnas Belanda U-21. Besar kemungkinan hal ini yang membuatnya tidak masuk dalam radar naturalisasi PSSI. (*/Dinda)