Suara Denpasar - Emil Audero Mulyadi, pesepakbola kelahiran Mataram yang sempat disebut-sebut akan masuk proses naturalisasi Timnas Indonesia ini tengah mengalami masa sulit di klub barunya, Inter Milan.
Emil Audero yang diboyong Inter Milan pada awal musim ini, masih kalah bersaing dengan kiper yang lebih senior, Yann Sommer.
Hingga pekan ke-7 Serie A Italia dan matchday 1 Liga Champions Eropa musim 2023/2024, Emil Audero masih harus terpaku di bangku cadangan Inter Milan.
Melihat performa Inter di awal musim ini yang sangat solid, rasanya masih belum ada celah bagi Audero untuk masuk ke tim inti pilihan pelatih Simone Inzaghi.
Satu-satunya kesempatan yang memungkinkan Audero untuk merasakan debut bersama Nerazzurri adalah jika kiper utama cedera, atau ketika tim tampil di kompetisi level dua seperti Coppa Italia.
Meski demikian, Audero sebenarnya masih berpeluang untuk menjadi kiper inti Inter di musim-musim ke depan andai pihak klub mau mempermanenkan statusnya yang saat ini masih sebatas pinjaman dari klub Sampdoria.
Pasalnya, Yann Sommer saat ini sudah terhitung memasuki usia senja, 34 tahun, sementara Audero masih berumur 26 tahun.
Sebelumnya, Audero sudah cukup berpengalaman bermain di level tertinggi kompetisi Italia. Di Serie A, ia telah 163 kali bermain untuk Sampdoria dan 1 kali bersama Juventus, dikutip dari data transfermarkt.
Sementara di kompetisi Eropa, Audero pernah bermain sebanyak 12 kali di level UEFA Youth League bersama Juventus Primavera pada rentang 2013 hingga 2017.
Di level tim nasional, Audero sebenarnya merupakan kiper langganan Timnas Italia di berbagai jenjang usia junior, U15 sampai U21. Sayangnya, sang kiper belum mendapat kesempatan dipanggil ke tim senior Azzuri.
Oleh sebab itu pula, peluang Timnas Indonesia untuk memasukan Audero ke dalam proses naturalisasi masih sangat terbuka lebar.
Dengan kiper berpengalaman Audero, rasanya akan lebih komplit bagi Timnas Indonesia andaikata bisa lolos ke Piala Dunia 2026 atau 2030.(Rizal/*)