Suara Denpasar - Tim Liga 2, Semen Padang FC menunjukkan budaya positif saat bertamu ke markas lawan dengan meninggalkan ruang ganti stadion dalam keadaan bersih.
Tradisi baru tim Kabau Sirah itu dilakukan saat melakoni laga tandang menghadapi Sriwijaya FC di pekan ke-4 lanjutan Liga 2 pada Minggu (1/10/2023) di Stadion Jakabaring, Palembang.
SEO Semen Padang FC, Win Bernadino mengungkapkan bahwa tradisi di markas Sriwijaya FC itu bukan yang pertama kalinya.
"Sebenarnya ketika tandang lawan PSPS Riau, juga melakukan hal serupa.. hanya lupa di foto saja," ujar Win dikutip dari laman resmi ligaindonesiabaru.com pada Kamis (5/10/2023).
Dia juga mengatakan bahwa tradisi meninggalkan ruang ganti stadion lawan dengan bersih merupakan bentuk apresiasi.
Pasalnya, setiap Semen Padang FC melakoni laga tandang, selalu disambut dengan baik. Terutama panpel tuan rumah.
"Yang kedua kami juga ingin berkontribusi terhadap aset negara ataupun daerah berupa stadion," imbuhnya.
Hal baik yang dimulai oleh Semen Padang FC ini, harapannya juga diterapkan oleh seluruh tim sepak bola nasional.
Sebab menurut Win, meninggalkan stadion lawan dalam keadaan bersih, adalah salah satu upaya menurunkan tensi rivalitas.
"Rivalitas hanya 2x45 menit.. setelah itu semua saudara," ungkapnya.
Selain itu, suporter Semen Padang FC juga turut mendukung hal baik yang dilakukan tim kebanggaannya tersebut.
"Semoga seterusnya sepanjang Liga berlangsung.. baik menang ataupun kalah," tulis @harisnovikaphalo dikutip di kolom komentar postingan akun Instagram @semenpadangfcid.
"Mantap! sepak bola seharusnya menjadi cerminan dari budaya seperti ini.. mari tunjukkan karakter Minang melalui sepak bola," tambah @phazmi7.
"Keren.. semoga jadi budaya untuk semua klub-klub Liga di Indonesia," pungkas @mustabilsaidsyam.(*/Rizal)