Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:56 WIB
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
baca 10 detik
  • Moody's mengubah prospek kredit Indonesia menjadi "Negatif" meskipun peringkat Baa2 tetap layak investasi.
  • Pemerintah meyakini ekonomi kuat didukung pertumbuhan PDB 5,11% sepanjang 2025 dan defisit APBN terkendali.
  • Reformasi tata kelola diwujudkan melalui pembentukan BPI Danantara dan peningkatan standar bursa efektif Maret 2026.

Suara.com - Pemerintah meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tetap tenang menyikapi keputusan Moody’s Investors Service yang mengubah prospek (outlook) peringkat kredit Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa indikator ekonomi nasional saat ini masih berada dalam jalur yang sangat kuat dan sehat.

Meski outlook berubah, Moody’s tetap mengukuhkan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2 atau kategori layak investasi (investment grade).

Afirmasi ini menjadi bukti bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga, didukung oleh kekayaan sumber daya alam, struktur demografi yang progresif, serta manajemen kebijakan fiskal dan moneter yang sangat disiplin.

Keyakinan pemerintah didasarkan pada data makroekonomi terbaru yang menunjukkan performa positif. Sepanjang tahun 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,11 persen.

Bahkan, pada kuartal IV-2025, angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,39 persen, yang merupakan rekor tertinggi sejak berakhirnya pandemi Covid-19.

Dari sisi kesehatan anggaran, pemerintah memastikan kedisiplinan fiskal tetap terjaga:

Defisit Anggaran: Realisasi defisit APBN 2025 tercatat sebesar 2,92 persen, dan pada APBN 2026 ditargetkan menurun ke angka 2,68 persen terhadap PDB.

Rasio Utang: Berada di kisaran 40 persen terhadap PDB, level yang dinilai masih aman dan terkendali oleh standar internasional.

baca juga

Terkait kekhawatiran Moody’s terkait tata kelola, pemerintah telah meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Melalui UU Nomor 1 Tahun 2025 dan UU Nomor 16 Tahun 2025, Danantara resmi memisahkan fungsi regulasi dan operasional BUMN guna meningkatkan profesionalisme.

"Kami yakin implementasi kelembagaan ini akan menjawab kekhawatiran global. Danantara akan mendukung pembiayaan pembangunan secara terukur, sementara APBN tetap fokus pada program prioritas nasional," ujar Haryo dalam keterangan resminya, Minggu (8/2/2026).

Salah satu program prioritas yang dibiayai APBN adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pemerintah juga tengah mempercepat reformasi di lantai bursa melalui sinergi dengan OJK dan Bursa Efek Indonesia. Langkah-langkah strategis yang dijadwalkan rampung pada Maret 2026 meliputi:

Free Float: Peningkatan batas minimum saham publik menjadi 15 persen.

Transparansi: Penguatan keterbukaan informasi mengenai ultimate beneficial ownership (pemilik manfaat akhir).

Integritas: Percepatan demutualisasi bursa guna memperkuat tata kelola pasar modal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menutup keterangannya, Haryo menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Sesuai arahan Menko Airlangga Hartarto, pihak Danantara dan perbankan Indonesia diminta aktif memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan fiskal dan moneter kepada lembaga pemeringkat internasional untuk menjaga kredibilitas Indonesia di mata dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Tekanan Menikah: Ada Kecemasan Ekonomi Orang Tua

Di Balik Tekanan Menikah: Ada Kecemasan Ekonomi Orang Tua

Your Say | Minggu, 08 Februari 2026 | 15:20 WIB

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Profil Moody's Rating dan Dampaknya Terhadap Bursa Saham Indonesia

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 07:36 WIB

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:06 WIB

Outlook Negatif Moodys Jadi Alarm Keras, PDIP Soroti Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Outlook Negatif Moodys Jadi Alarm Keras, PDIP Soroti Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintah

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:25 WIB

Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif

Purbaya Klaim Indonesia Masih Mampu Bayar Utang Meski Rating Moody's Negatif

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:51 WIB

LPEM UI 'Senggol' Kualitas Ekonomi RI 2025: Tumbuh Kencang tapi Rapuh!

LPEM UI 'Senggol' Kualitas Ekonomi RI 2025: Tumbuh Kencang tapi Rapuh!

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:35 WIB

Terkini

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:06 WIB

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:03 WIB

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:01 WIB

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

5 Cara Memilih Sneakers dengan Bantalan Terbaik agar Nyaman untuk Jalan Jauh

5 Cara Memilih Sneakers dengan Bantalan Terbaik agar Nyaman untuk Jalan Jauh

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

YGMD Laporkan Kemendikdasmen ke APH Terkait Dugaan KKN Proyek Digitalisasi Sekolah

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 14:58 WIB

×