Suara Denpasar - Konflik antara Israel dan Palestina masih belum selesai, situasi genting masih dirasakan warga sipil di sana.
Israel melakukan serangan balasan usai salah satu desa mereka diserang oleh militan Hamas Palestina pada Sabtu, 7 Oktober 2023 lalu.
Tak terima wilayahnya diserang sekelompok militan, pihak Israel menyerang Palestina secara membabi buta.
Kementerian kesehatan Palestina menyampaikan kesaksian yang memilukan, pihaknya menyebut insiden itu adalah hari paling mematikan.
"Sekitar 300 orang (korban), dua pertiganya adalah warga sipil yang tewas dalam serangan Israel di Gaza pada hari Senin. Itu adalah hari paling mematikan selama bertahun-tahun," terangnya, dikutip Suara Denpasar dari BBC.com pada Rabu, (11/10/2023).
Ssmentara itu, salah satu warga Palestina bernama Mohammed Abu Al-Kass menceritakan apa yang dialaminya.
Berdasarkan keterangannya, Israel menyerang warga sipil, rumah sampai tokonya habis akibat ledakan bom yang dikirim Israel.
"Saya kehilangan segalanya. Apartemen saya, tempat tinggal kelima anak saya, ada di sini, di gedung ini. Toko kelontong saya di bawah gedung hancur," ungkapnya.
BBC menyampaikan bahwa padabsaat kejadian, anak-anak Palestina menjerit ketakutan, bahkan mereka tidak bisa tidur.
Baca Juga: Gak Nyangka! Mahasiswa Harvad Dukung Palestina dan Kecam Israel, Begini Kata Mereka
Jeritan anak-anak Palestina diakibatkan oleh bom-bom Israel yang dijatuhkan di Gaza, tepatnya di wilayah penduduk Rimal.
"Ledakan dahsyat mengguncang kawasan itu sepanjang Senin malam. Anak-anak menjerit dan tak seorang pun bisa tidur sejenak," kabar BBC melalui situsnya. (*/Ana AP)