Insiden Tewasnya Warga Satu Desa dalam Satu Malam
Di malam pesta ke-6, Karno tidak bisa ikut ayahnya ke acara pesta tersebut lantaran kakinya bengkak, bahkan ia kesulitan untuk berjalan.
Konon katanya, ia bermimpi mendengar ledakan hingga rumahnya runtuh menimpa kakinya yang tiba-tiba benar-benar bengkak saat bangun dari mimpi.
Di malam ke-6 pesta warga Desa Gegetan, Karno mendengar secara jelas ledakan besar, dan itu bukan mimpi.
Bahkan ia dan ibunya pergi keluar rumah, lantaran ledakan itu dibarengi dengan gempa bumi, terlihat warga-warga Desa Nasiran juga keluar dari rumah mereka panik.
Keesokan harinya, ternyata ledakan itu berasal dari Desa Gegetan yang tengah menggelar pesta hari ke-6 mereka, tiba-tiba semua orang dikejutkan dengan situasi Desa Gegetan yang sudah tertimbun.
Berdasarkan kesaksian Karno, Desa Gegetan itu berada tepat di kaki gunung, dan longsor besar dari gunung terjadi malam itu hingga menimbun satu desa tetangganya itu.
Ia menceritakan bahwa seluruh warga Desa Gegetan meninggal saat itu juga dan tidak ada yang selamat, bahkan ayahnya yang bukan warga Desa Gegetan namun ikut merayakan pesta juga menjadi korban dari insiden tersebut.
Karno menyimpulkan bahwa kejadian itu merupakan azab atau kutukan untuk warga Desa Gegetan yang melakukan maksiat besar-besaran dan tidak mensyukuri berkah yang tuhan berikan kepada mereka.
Baca Juga: Kakek 88 Tahun yang Hilang di Tabanan, Ditemukan Meninggal Dunia
Disclaimer: cerita ini merupakan kesaksian dari salah satu warga di Jawa Tengah, siapapun boleh percaya atau tidak percaya, tetap berpegang teguh pada kepercayaan masing-masing. (*/)