Suara Denpasar - Perbaikan jembatan di Desa Yehembang Kauh yang putus akibat diterjang banjir bandang 2022 lalu dinilai lamban.
Proyek perbaikan yang ditangani perusahaan milik H. Yahya yakni PT. Damai Bangun Persada ini tentu dikeluhkan oleh warga.
Mengingat, sisa waktu sekitar dua minggu jelang berakhir masa kontrak pengerjaan. Bahkan, pada 27 Oktober 2023 tak ada terlihat aktivitas pekerja di proyek senilai Rp 4,6 miliar tersebut.
Hanya saja, di papan proyek tertulis pembuatan jembatan baru yang menghubungkan Banjar Sekar Kejulo Kelod dengan Banjar Kedisan dimulai sejak 8 Mei 2023 lalu.
Di mana pengerjaannya selama 180 hari kalender oleh PT Damai Bangun Persada yang direkturnya adalah H. Yahya.
"Seminggu lebih tidak ada pekerjaan," ungkap Ketut KS, salah satu warga kepada watawan Minggu 29 Oktober 2024 .
Di lokasi proyek hanya terlihat beton penyangga jembatan di sisi Utara dan Selatan. “Nanti kalau musim hujan dan banjir, harus memutar lebih jauh lagi.
Harapan saya segera diselesaikan, kasian juga anak-anak sekolah nanti, jalan lebih jauh,” sebutnya.
Setali tiga uang dengan diungkapkan oleh warga Banjar Kedisan yang bernama I Wyn KR. Ungkap dia, proyek jembatan ini terbilang sangat lamban.
Baca Juga: Protap Kunker Presiden, 200 Meter Bersih dari Baliho dan Spanduk
“Sebenarnya kan November sudah kelar. Kalau sesuai dengan proyeknya itu kan 6 bulan, itu disosialisasikan oleh dewan sebelumnya,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, H. Yahya belum bisa dikonfirmasi. Begitu juga dengan Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Sudiarta. ***