Suara Denpasar - Pada hari ini, Senin (30/10/2023) Presiden Jokowi mengundang makan siang ketiga bakal calon presiden (capres) yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto di Istana. Ketiganya nampak hadir dan kompak menggunakan baju batik meski berbeda motif.
Lalu, apa sebenarnya maksud Presiden Jokowi mengundang makan siang ketiga capres ini?
Pengamat politik, Adi Prayitno memberikan beberapa tafsiran dan pesan yang bisa diambil dari makan siang bersama tersebut.
Adi membaca, pesan yang ingin disampaikan presiden Jokowi kepada publik bahwa dirinya bersikap netral dan tidak berpihak ke salah satu capres.
"Pertama, Jokowi ingin menunjukkan kepada publik bahwa Jokowi itu netral, Jokowi itu tidak cawe-cawe, tidak hanya mendukung salah satu calon," ungkap Adi, dikutip dari YouTube METRO TV pada Senin (30/10/2023).
"Jadi inilah yang paling mungkin bisa dibaca dari konteks pertemuan hari ini," lanjutnya.
Selanjutnya, Adi menilai pertemuan presiden Jokowi dan ketiga capres ini bisa menurunkan emosi persaingan diantara ketiga capres dan para pendukung mereka.
Seperti kita tahu, saling kritik dan buli diantara masing-masing kandidat capres sudah mulai ramai.
"Yang kedua, tentu saja makan bersama ini bisa juga dimaknai dengan upaya meredakan tensi persaingan yang belakangan ini semakin panas," sambungnya.
Meski demikian, menurut Adi, itu hanyalah apa yang coba ditampakkan kepada publik.
Padahal, kenyataannya dari sisi Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sudah tidak memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi yang condong terhadap Prabowo Subianto.
"Kalau mau jujur, panggung belakangnya tidak nampak seperti yang kita bicarakan, karena panggung belakangnya sudah mulai panas," lanjut Adi.
"Ini hanya sebatas pertemuan di atas kertas, seakan ketiganya itu guyub," sambungnya.
Adi menambahkan bahwa dengan pertemuan makan siang itu publik sudah bisa membaca apa yang sebenarnya terjadi dan tidak mudah percaya begitu saja.
"Publik nggak percaya, karena Pak Jokowi dianggap sudah punya preferensi dan pilihan politik," tuturnya.(*Rizal)