Suara Denpasar - Presiden Dewa United Ardian Satya Negara mengungkap kekecewaannya kepada sejumlah wasit yang merugikan timnya.
Ya, ada tiga wasit yang dinilai memberikan keputusan-keputusan tak sesuai semestinya kepada Dewa United di beberapa pertandingan terakhirnya.
Ardian Satya Negara mengungkap jika buruknya kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut dapat menghambat kemajuan sepakbola Indonesia.
"Buruknya kepemimpinan wasit dalam memimpin pertandingan bukan saja menciptakan preseden/citra yang buruk untuk sepakbola indonesia tapi juga dapat menghambat kemajuan sepakbola indonesia," ungkapnya.
Presiden Dewa United tersebut menegaskan jika tugas wasit bukan hanya sekedar meniup peluit penalti.
Akan tetapi lebih dari itu, ia harus dapat mengambil keputusan dengan cermat.
"Wasit jangan hanya cepat meniup peluit penalti, tapi harus cermat dalam mengambil keputusan. Yang menjadi korban bukan hanya pemilik klub tapi juga semua pemain dan pelatih yang sudah berlatih untuk persiapan pertandingan, fisik dan strategi merasa dirugikan," tegasnya.
Adapun tiga wasit yang dilaporkan Dewa United tersebut antara lain Ryan Nanda Saputra, Rio Permana Putra, dan Nendi Rohaendi.
"Kami sudah melayangkan surat protes resmi ke Komite Wasit PSSI, atas kerugian yang kami alami dalam tiga laga terakhir. Dalam konteks ini kontroversi penalti," papar Ardian.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas Kembali Terjadi di Renon Denpasar, Satu Orang Meninggal Dunia
Berdasarkan catatan, Ryan menjadi wasit pertandingan Dewa United vs Madura United dalam pertandingan 22 Oktober 2023.
Dalam pertandingan tersebut, Ryan memberikan hukuman penalti untuk Dewa United meski Ricky Kambuaya tidak terlihat melanggar Hugo Gomes.
Kemudian wasit yang kedua, Rio Permana Putera, memberi hadiah penalti kepada lawan Dewa United di pertandingan 28 Oktober lalu.
Padahal Agung Mannan tidak melakukan tarikan terhadap pemain Borneo seperti yang terlihat dalam tayangan ulang.
Kemudian yang terakhir adalah Nendi. Dimana wasit ini menghadiahi penalti kepada Arema FC pada pertandingan 2 November.
Dalam tayangan ulang terlihat jika Dedik Setiawan sudah lebih dahulu berada dalam posisi offside sebelum dilanggar di kotak penalti.