Depok.suara.com - Di India ada sebuah desa terkuat yakni di Asola Fatehpur Beri. Predikat kepada desa ini karena banyaknya kaum pria di sana yang banyak bertubuh bak binaragawan. Pria-pria di sana dari berbagai generasi memang telah terbiasa untuk melatih otot-ototnya setiap pagi dan sore.
Dari mereka yang masih remaja hingga usia sudah mencapai kepala lima, tetap giat untuk membangun otot-otot tubuhnya di arena yang disebut Akhada, atau dalam bahasa India di sebut arena gulat.
Sonu Tanwar (19 tahun) sudah terbiasa untuk bangun pada jam 05.00 kemudian akan berlari sebelum datang ke Akhada. Dirinya sangat terinspirasi dengan sang ayah, Vijay Tanwar, pelatih kepala sekaligus pembawa virus 'lelaki kekar di desa itu.
"Saya ingin menjadi pegulat besar dan membuat bangga orang tua," katanya yang dilansir dari CNN pada Sabtu (27/8).
Vijay mengungkapkan ada beragam latihan yang diperlukan untuk membentuk otot. Mulai dari bergulat di lumpur, memanjat tali, melakukan sit-up atau push up, atau menyeimbangkan tangannya di atas tumpukan batu bata.
Tak jarang mereka juga saling memanggul. Ada pula yang mengangkat sepeda motor seberat 350 kilogram. Total ada 40 pria yang berlatih dengan tubuh nyaris telanjang. Bahkan bagian vitalnya hanya ditutupi cawat saja.
"Mereka terbiasa makan makanan sehat dan berlatih di sini setiap hari, itulah mengapa mereka begitu kuat," katanya.
Memiliki tubuh yang kekar membuat masyarakat desa ini lebih banyak bekerja sebagai tukang pukul atau petugas keamanan di sejumlah klub atau bar di New Delhi. Makin tumbuhnya spot hiburan atau bar di India, makin banyak pula permintaan tukang pukul.
Bagi kaum pria di Asola, melatih otot tak hanya membuat mereka jadi bugar, tetapi juga memiliki peluang kerja yang besar. Tetapi membangun otot bukan hanya bertujuan untuk menjadi tukang pukul namun juga tradisi.
Baca Juga: Perubahan Iklim: 2022 Disebut Tahun Panas dan Kekeringan
Kaum pria di sana tak minum minuman keras juga merokok. Kebayakan mereka malah menjadi vegetarian dengan hanya memakan buah-buahan, kacang, yogurt, dan susu. Mereka tak mengkonsumsi suplemen perangsang otot.
Sumber: CNN