Depok.suara.com - Publik diramaikan dengan seorang orang tua yang memberikan nama anaknya Perdi Sambo.
Bagi sebagian orang tua, memilihkan nama anak menjadi masalah yang cukup rumit. Karena, nama yang diberikan oleh orangtuanya akan terus di emban oleh anak seumur hidupnya
Terlebih, orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuknya. Banyaknya pilihan nama yang baik membuat orangtua sulit untuk memutuskan.
Sebagian orangtua, biasanya mempersiapkan nama anaknya jauh sebelum jadwal kelahirannya. Bahkan, ada campur tangan keluarga untuk memberikan usulan atau inspirasi nama bagi bayi yang akan hadir.
Daripada kebingungan, berikut adalah tujuh pertimbangan penting sebelum menentukan nama untuk calon buah hati.
Jangan terpaku pada tren
Jangan memberikan nama anak berdasarkan tren belaka tanpa pertimbangan matang. Tren yang harus dihindari termasuk memiliki ejaan yang aneh, mengandung tanda baca yang menyulitkan, atau menggunakan referensi budaya pop sesaat.
Nama anak seharusnya bersifat timeless bukan hanya selera sesaat. Hal ini juga mencegah anak menjadi bahan ejekan teman-temannya nanti.
Selain itu, sejumlah penelitian membuktikan nama yang tidak biasa dikaitkan dengan hasil yang kurang positif dalam hidup. Orang dengan nama yang umum cenderung lebih mudah mendapatkan pekerjaan sementara nama unik berkaitan dengan kenakalan remaja.
Pilihan nama klasik
Nama Budi, Toni, atau Anita mungkin kini sudah jarang dijumpai dimiliki anak-anak di Indonesia. Banyak yang menganggap nama ini sudah kuno dan ketinggalan zaman dibandingkan pilihan seperti Kenzo atau Queensa.
Namun pilihan nama klasik tersebut tetap layak diberikan kepada anak. Apalagi tersimpan doa yang baik pada nama-nama tersebut.
Mungkin, demi terkesan lebih modern, kombinasikan dengan nama belakang yang lebih unik atau modern.
Inspirasi keluarga
Menjadikan saudara atau nenek moyang sebagai inspirasi nama anak memang lebih awam dilakukan oleh masyarakat barat. Namun, kita juga bisa melakukannya apabila ada kerabat yang nama atau kepribadiannya amat berkesan bagi kita.