Polsek Srandakan Ngaku di Hack Saat Komentar Tidak Sopan, Warganet : Di Hack Temen Sekantor

Suara Depok

Senin, 03 Oktober 2022 | 19:58 WIB
Polsek Srandakan Ngaku di Hack Saat Komentar Tidak Sopan, Warganet : Di Hack Temen Sekantor
Cuitan akun Twitter @polseksranakan (Tangkapan layar)

Depok.suara.com - Polres Bantul memastikan bahwa admin akun Twitter Polsek Srandakan Bantul, tidak pernah memberikan komentar terkait tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang. Kepastian ini disampaikan Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Nengah Jeffry Prana Widnyana melalui rilis tertulisnya, Minggu (2/10/2022).

Kepastian ini disampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh propam Polres Bantul terhadap admin akun twitter polsek Srandakan Bantul. Dalam proses pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku tidak memberikan komentar terkait kasus kerusuhan sepak bola di Stadion Kanjuruhan Malang.

Sehingga Polres Bantul menduga telah terjadi peretasan terhadap akun twitter Polsek Srandakan Bantul oleh oknum tidak bertanggungjawab dengan tujuan yang belum diketahui. Terkait hal ini Polsek Srandakan telah membuat laporan tertulis. Saat ini laporan dugaan peretasan ini, sudah ditangani tim cyber Polda DIY.

Lebih lanjut Iptu Jeffry menjelaskan, Propam Polres Bantul melakukan pemeriksaan terhadap admin akun Twitter Polsek Srandakan Bantul. Menyusul laporan dari masyarakat, tentang komentar dengan kata - kata kurang pantas. Oleh akun twitter Polsek Srandakan Bantul. Terhadap tweet yang membahas kerusuhan sepak bola di Malang Jawa Timur.

Setelah melakukan pengecekan, Polres Bantul membenarkan adanya komentar dari akun twitter Polsek Srandakan Bantul pada tanggal 2 Oktober 2022 pukul 03.47 Wib dan 3.51 Wib terkait kerusuhan sepakbola di Malang. Menindaklanjuti laporan ini, Polres Bantul meminta klarifikasi yang bersangkutan.

Kepastian yang disampaikan Polres Bantul ini, sekaligus untuk meluruskan kabar di media sosial terkait kasus ini. Dengan harapan masyarakat mendapat kepastian dari kasus yang membuat gaduh dunia maya. Sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperkeruh suasana.

"Dengan keluarnya pernyataan resmi dari Polres Bantul, masyarakat tidak perlu lagi berspekulasi untuk mencari jawaban," tegas Iptu Nengah Jeffry Prana Widnyana.

Klarifikasi tersebut lantas diwarnai oleh komentar warganet pada akun @infia_fact. Banyak yang masih merasa curiga dengan oknum pemilik akun tersebut.

"Siapa yang mau ngehack coba? Followers segitu, buat apa?" tanya seorang warganet bingung.

baca juga

"Lupa ganti akun kali, bukan di retas ," timpal lainnya.

"Ternyata di hack temen sekantor," tulis netizen.

"Lagian hacker mana coba yang mau ngeretas cuma buat gitu, dapet duit kaga kocak hacker ep ep?" tulis netizen lain.

Sebelumnya jagat dunia maya gaduh, oleh komentar akun twitter Polsek Srandakan yang membuat komentar tidak sopan terhadap kerusuhan sepak bola di Malang. Komentar yang tidak memiliki rasa simpati terhadap korban dan keluarga korban kerusuhan yang sedang berduka. Hal ini mendapat perhatian dari banyak pihak. Salah satunya Jogja Police Watch (JPW).

Jogja Police Watch (JPW) mengecam keras komentar admin twitter yang diduga Polsek Srandakan Bantul, DIY. Dalam komentar tersebut tertulis: "Modyar" kemudian "salut sama pak tentara, musnahkan dan "gek do belani opo koe ki". Tentu tulisan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut, apa benar admin Polsek Srandakan atau bukan.

Jika benar itu merupakan admin dari Polsek Srandakan sangat tidak terpuji. Komentar tak sopan tersebut tak layak dilontarkan. Sebab tak hanya Arema FC yang sedang berduka. Melainkan seluruh rakyat Indonesia merasakan duka yang sama atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Menyusul jatuhnya ratusan korban jiwa.

Jika benar, tindakan oknum Polsek Srandakan Bantul itu, jelas mencoreng citra kepolisian. Khususnya Polda DIY dan Polres Bantul. JPW berharap agar pelaku segera diperiksa oleh Propam Polda DIY dan diberikan sanksi etik profesi Polri. Jika perlu diberikan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH), agar memberikan efek jera bagi pelaku dan anggota polisi lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dampak Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 2 Resmi Ditunda

Dampak Tragedi Kanjuruhan, Kompetisi Liga 2 Resmi Ditunda

Deli | Senin, 03 Oktober 2022 | 19:50 WIB

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Resmi Copot AKPB Ferli Hidayat dari Jabatan Kapolres Malang

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Resmi Copot AKPB Ferli Hidayat dari Jabatan Kapolres Malang

Depok | Senin, 03 Oktober 2022 | 19:43 WIB

Tragedi Kanjuruhan: 28 Anggota Polri Diperiksa Kasus Dugaan Pelanggaran Etik, Kemungkinan Bertambah!

Tragedi Kanjuruhan: 28 Anggota Polri Diperiksa Kasus Dugaan Pelanggaran Etik, Kemungkinan Bertambah!

News | Senin, 03 Oktober 2022 | 19:38 WIB

Terkini

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Apa Cocok Warna Lipstik Peach untuk Kulit Kuning Langsat? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Ulasan Doctor Lawyer: Menyingkap Relasi Kuasa di Balik Dunia Medis

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:30 WIB

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:29 WIB

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:24 WIB

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan

Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:11 WIB

×