Universitas Boston Bantah Klaim Varian Covid19 Ciptaannya Bisa Sebabkan Kematian Hingga 80%

Suara Depok

Rabu, 26 Oktober 2022 | 11:17 WIB
Universitas Boston Bantah Klaim Varian Covid19 Ciptaannya Bisa Sebabkan Kematian Hingga 80%
Universitas Boston mengatakan penelitian tentang varian baru virus Covid19 yang menyebabkan kematian hingga 80 persen kurang tepat (Pixabay)

Depok.suara.com - Belum lama ini, Universitas Boston melakukan penelitian yang mengejutkan banyak pihak. Mereka dikabarkan menciptakan virus Covid19 yang lebih mematikan dibandingkan varian lainnya. Diketahui, virus yang diciptakan Universitas Boston ini memiliki tingkat kematian hingga 80 persen.

Mengenai kabar ini, pihak universitas membantah soal serangkaian klaim menyesatkan tentang penelitian di National Emerging Infectious Diseases Laboratories (NEIDL). Laporan yang pertama kali muncul di Daily Mail, mengklaim para peneliti di laboratorium telah menciptakan jenis Covid-19 baru yang berbahaya.

Dalam sebuah pernyataan, menyebut pemberitaan di outlet media lain termasuk Fox News, salah dan tidak akurat, dan mengatakan penelitian ini virus yang mereka lakukan tidak berbahaya.

Universitas juga mencatat bahwa penelitian tersebut telah ditinjau dan disetujui oleh Institutional Biosafety Committee (IBC), yang terdiri dari ilmuwan serta anggota masyarakat setempat, dan bahwa Komisi Kesehatan Masyarakat Boston telah menyetujui penelitian tersebut.

"Mereka telah membuat pesan sensasional, mereka salah menggambarkan penelitian dan tujuannya secara keseluruhan," kata Ronald B. Corley, direktur NEIDL dan ketua mikrobiologi Fakultas Kedokteran BU Chobanian & Avedisian, dikutip dari laman resmi universitas, Selasa (25/10/2022).

Studi ini bertujuan untuk memeriksa protein spike (duri) pada varian Omicron SARS-CoV-2 (BA.1). Para peneliti tertarik untuk membandingkan varian dengan strain virus asli, yang dikenal sebagai strain Washington.

Mereka ingin mengetahui apakah strain terbaru tidak menyebabkan penyakit parah hanya karena virus itu tidak menginfeksi sel yang sama dengan strain sebelumnya. Mereka tertarik pada bagian dari virus yang menentukan seberapa serius penyakit yang akan diderita seseorang.

"Penelitian ini menunjukkan bukan protein spike yang membuat Omicron lebih menular, tetapi protein virus lainnya. Menentukan protein apa, akan membantu memperbaiki diagnosis dan strategi pengelolaan wabah," kata Mohsan Saeed, profesor biokimia di Boston University.

Pertama, dia menegaskan bahwa penelitian ini bukan penelitian gain-of-function, artinya tidak memperkuat strain virus SARS-CoV-2 negara bagian Washington atau membuatnya lebih berbahaya. Faktanya, penelitian ini membuat virus bereplikasi menjadi kurang berbahaya.

baca juga

Corley mengatakan garis yang ditarik keluar dari konteks sebenarnya tidak ada hubungannya dengan efek virus pada manusia. Studi dimulai pada kultur jaringan, kemudian pindah ke subjek hewan.

Adapun model hewan yang digunakan adalah jenis tikus tertentu yang sangat rentan, dan 80 persen hingga 100 persen tikus yang terinfeksi meninggal karena penyakit dari jenis aslinya, yang disebut jenis Washington.

"Padahal Omicron menyebabkan penyakit yang sangat ringan pada hewan-hewan ini." ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata Banyak Pasien Kanker Jutsru Meninggal Akibat Malnutrisi, Bukan Sebab Penyakitnya

Ternyata Banyak Pasien Kanker Jutsru Meninggal Akibat Malnutrisi, Bukan Sebab Penyakitnya

Malang | Selasa, 25 Oktober 2022 | 08:31 WIB

Arkeolog Klaim Temukan Kuburan Santa Claus di Turki, Begini Penjelasannya

Arkeolog Klaim Temukan Kuburan Santa Claus di Turki, Begini Penjelasannya

Denpasar | Senin, 24 Oktober 2022 | 21:14 WIB

Penelitian Ini Klaim Teknologi Plasmacluster Efektifitas Mengurangi SARS CoV-2 Varian Omicron dan Mengurangi Gejala Asma

Penelitian Ini Klaim Teknologi Plasmacluster Efektifitas Mengurangi SARS CoV-2 Varian Omicron dan Mengurangi Gejala Asma

Tekno | Senin, 24 Oktober 2022 | 12:59 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×