Ukraina Sebut Rusia Rekrut Tentara Dengan Riwayat HIV dan Hepatitis C, Propaganda?

Suara Depok Suara.Com
Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:04 WIB
Ukraina Sebut Rusia Rekrut Tentara Dengan Riwayat HIV dan Hepatitis C, Propaganda?
Rusia disebut rekrut tentara dengan penyakit menular (Afp)

Depok.suara.com - Perang antara negara Rusia dan Ukraina masih terus berlanjut. Tak hanya perang fisik, namun sabotase dan propaganda lewat media setempat juga turut dimainkan oleh kedua negara ini.

Terbaru, badan intelijen militer Ukraina menyebut Rusia, lewat Presiden Vladimir Putin itu terpaksa merekrut tahanan dengan penyakit menular sebagai tentara untuk 'menebus' kerugian. Ini disebutkan lewat Layanan pers Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan Ukraina, Selasa (25/10/2022).

Dikatakan oleh Ukraina, bahwa Wagner Group, tentara bayaran Rusia, mulai merekrut sejumlah besar tahanan yang menderita penyakit menular serius seperti HIV dan hepatitis C.

"Praktik ini telah menyebar luas. Misalnya, lebih dari seratus narapidana dengan diagnosis HIV atau hepatitis C yang dikonfirmasi telah 'dimobilisasi' ke Grup Wagner dari satu koloni penjara," kata badan intelijen tersebut, dilansir Newsweek, Kamis (27/10/2022).

Para tahanan dilaporkan diberi gelang berwarna untuk membedakan mereka dari tentara lain. Tentara dengan pita merah mengidap HIV, dan pita putih menderita hepatitis. Menurut dugaan Ukraina, mereka tidak diberikan perawatan medis oleh Rusia jika terluka.

Laporan itu mengatakan bahwa Ukraina telah menangkap tentara Rusia yang memiliki penyakit menular tersebut. Namun, klaim ini tidak dapat diverifikasi dan dibuktikam secara pasti.

Wagner Group juga disebut merekrut di koloni-koloni penjara di wilayah Rusia yang jauh, menurut Olga Romanova, kepala kelompok advokasi tahanan Russia Behind Bars.

Romanova mengatakan kepada kantor berita Rusia, Agentstvo, pekan lalu bahwa unit tentara bayaran telah merekrut 5.000 tahanan dalam seminggu. Sebagian besar mereka berasal dari koloni penjara di timur Pegunungan Ural, yang membagi wilayah Eropa dan Asia Rusia.

Dia mengatakan Wagner Group sebelumnya hanya mengirim perwakilan ke bagian Eropa Rusia untuk direkrut, tetapi sekarang sedang mencari untuk merekrut tentara di antara warga negara bekas Uni Soviet, termasuk Belarusia, dan Tajikistan.

Baca Juga: Diduga Mabuk, Sopir Bajaj Tabrak Mobil Parkir di Rawamangun Jaktim

Rusia juga berusaha merekrut sukarelawan untuk perang Vladimir Putin melawan Ukraina dari unit kesehatan mental di St. Petersburg, hingga menawarkan insentif uang tunai dan lebih banyak lagi untuk mendorong orang berperang.

Itu terjadi di tengah upaya perekrutan yang lebih besar setelah Putin mendeklarasikan "mobilisasi parsial" di negara itu pada 21 September. Putin mengatakan pada 14 Oktober bahwa "semua kegiatan mobilisasi" di negara itu akan selesai dalam waktu sekitar dua minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI