Peneliti Temukan Cara Ampuh Hentikan Tangisan Bayi

Suara Depok

Selasa, 08 November 2022 | 07:30 WIB
Peneliti Temukan Cara Ampuh Hentikan Tangisan Bayi
Ilustrasi bayi dan ibunya (Freepik.com)

Depok.suara.com - Menangis adalah cara bayi berkomunikasi untuk mengatakan bahwa ia merasa tidak nyaman, bisa jadi karena lapar, popoknya basah, atau yang lainnya. Namun, seringkali orang tua kebingungan bagaimana apa maksud dari tangisan tersebut. Apalagi jika hal itu dialami oleh orang tua baru.

Kabar baiknya, peneliti mengklaim telah berhasil menemukan cara efektif untuk membuat bayi berhenti menangis. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Current Biology menyebutkan, bahwa cara efektif menenangkan bayi yang menangis adalah dengan menggendong bayi sambil berjalan-jalan selama kurang lebih lima menit. Lalu diikuti dengan duduk dan menggendong bayi selama 5-8 menit sebelum menidurkannya.

Cara ini dikatakan sangat ampuh karena dapat memperlambat detak jantung bayi sehingga mereka merasa tenang dan akhirnya tertidur.

Hampir setengah dari wanita yang diteliti dalam studi ini berhasil menenangkan bayi mereka yang menangis setelah menggendong dan mengajak berjalan-jalan selama hampir lima menit.

"Bayi yang menangis bisa ditenangkan dan cenderung akan tidur dalam 5 menit setelah diajak berjalan, bahkan di siang hari ketika bayi biasanya terjaga," kata para peneliti mengutip Science Alert, Selasa (8/11/2022).

Setelah digendong selama lima menit, semua bayi yang menangis itu menjadi tenang dan hampir setengahnya tertidur, para peneliti melaporkan. Tetapi, sekitar sepertiga bayi terbangun lagi tak lama setelah mereka ditidurkan kembali.

Seringkali, seorang bayi akan bangun begitu kepalanya dimiringkan ke belakang. Dari 13 bayi menangis yang tertidur dan tetap pulas tidur di salah satu percobaan, 9 bayi ditidurkan menggunakan metode berjalan-duduk.

"Untuk memegang dengan aman, pengasuh harus menempelkan tubuh bayi dengan pas ke tubuh mereka sendiri dan menopang kepala bayi," saran para penulis.

"Lima menit berjalan harus di jalan yang datar dengan kecepatan tetap dan sebaiknya tanpa berhenti atau berbelok tiba-tiba," tambahnya.

baca juga

Setelah itu, Anda bisa duduk sambil menggendong bayi yang sedang tidur selama 5-8 menit setelah berjalan-jalan agar mereka mencapai tahap deep sleep alias benar-benar terlelap, sebelum dipindahkan ke kasur.

Penelitian lain menunjukkan bahwa anak manusia dan keturunan mamalia lainnya merasa tenang ketika mereka digendong oleh ibu mereka, dan fenomena ini dikenal sebagai respons transportasi.

Cara pengasuhan ini juga ternyata telah digunakan oleh sejumlah satwa seperti monyet, anjing, dan tikus. Hal ini tampaknya mendorong bayi mamalia untuk tidur dengan mengaktifkan sistem vestibular, yakni sistem sensorik yang memberikan informasi tentang gerakan, posisi kepala, dan orientasi spasial.

Penulis studi menilai bahwa hal serupa terjadi pada anak-anak manusia. Misalnya, sebuah eksperimen dalam penelitian ini menemukan bahwa ketika ibu mengayunkan anak mereka untuk tidur di kasur ayunan, itu memiliki efek yang mirip dengan berjalan sambil menggendong mereka.

Meski demikian, studi ini secara keseluruhan masih bersifat eksploratif, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Balita 3 Tahun yang Tenggelam di Kali Tambun Bekasi Ditemukan di Radius 2 Km

Balita 3 Tahun yang Tenggelam di Kali Tambun Bekasi Ditemukan di Radius 2 Km

Bekaci | Senin, 07 November 2022 | 18:15 WIB

Teka-teki Pembuangan Jasad Bayi di Solo Terungkap, Pelakunya Diciduk Polisi, Sosoknya Mengejutkan

Teka-teki Pembuangan Jasad Bayi di Solo Terungkap, Pelakunya Diciduk Polisi, Sosoknya Mengejutkan

Surakarta | Senin, 07 November 2022 | 14:09 WIB

Bukan Sembarang Bayi, OOTD Pink Gemas Ameena Ternyata Harganya Lebih dari Rp10 Juta

Bukan Sembarang Bayi, OOTD Pink Gemas Ameena Ternyata Harganya Lebih dari Rp10 Juta

Lifestyle | Senin, 07 November 2022 | 14:15 WIB

Terkini

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×