Depok.suara.com - Kejutan kembali terjadi di Piala Dunia Qatar, dimana tim-tim unggulan tanpa diduga mengalami kekalahan. Dimulai dari Argentina yang kalah dari Arab Saudi, kemudian Jerman yang harus mengakui keunggulan dari Jepang dengan skor akhir 2-1.
Sebelum pertandingan dimulai, tim Jerman berpose dengan menutupi mulut mereka dengan tangan sebagai simbol penolakan terhadap larangan FIFA soal kampanye One Love. Sejalan dengan FIFA, Qatar sebagai negara muslim juga menolak kampanye LGBT dan menolak segala tindakan yang mendukung kampanye tersebut.
Tindakan tim Jerman tersebut mendapat perhatian dari Gus Miftah. Dalam postingan terbarunya di Instagram, Gus Miftah menyebut bahwa apa yang dilakukan tim Jerman tersebut mendapat balasan dari Allah.
"Qatar menolak kampanye LGBT dan team Jerman protes kebijakan itu dengan aksi tutup mulut. Dan Allah Menutup mulut mereka dan pendukungnya dengan kekalahan dari Jepang" tulis Gus Miftah di captionnya.
Terlihat di kolom komentar, vokalis band GIGI Armand Maulan juga mengomentari unggahan dari Gus Miftah.
"Allah Maha Kuasa" kata Armand Maulana seraya menambahkan ikon 3 hati berwarna merah.
Follower Gus Miftah pun ramai-ramai mendukung apa yang diungkapkan oleh Gus Miftah
"Tidak sepatutnya tim Jerman melakukan itu, sebagai tamu mestinya menghargai apa yg ditentukan oleh tuan rumah Qatar. Sikap arogan dan jumawah Akhirnya Allah tutup mulut mereka dg dipermalukan oleh tim Jepang"
"Memulai pertandingan dengan tutup mulut, mengakhiri pertandingan dengan tutup muka......"
Baca Juga: Ini Alasan FIFA Mengundang Jungkook BTS Tampil di Opening Ceremony Piala Dunia Qatar
"Bertamu kok malah bertingkah dan akibatnya kalah"
"Tuhan mencipatakan adam dan hawa, bukan neuer dan muller"
"Pasukan one love dibungkam ma pasukan One piece"
"Awalnya sy dukung Jerman Gus, tp semenjak ada gambar ini, sy lagsung jual BMW pindah ke Toyota"
"Saya welcome terhadap perbedaan, krn itu sunnatullah, tetapi tidak pada penyimpangan."
"12 tahun dukung timnas Jerman, mulai malem tadi langsung males. Dan gak akan pernah dukung lagi."