Timnas Jerman Kalah karena Dukung LGBT, Ragil Mahardika: Indonesia Nggak Pernah Masuk Piala Dunia Kena Azab Apa?

Suara Depok

Jum'at, 25 November 2022 | 09:56 WIB
Timnas Jerman Kalah karena Dukung LGBT, Ragil Mahardika:  Indonesia Nggak Pernah Masuk Piala Dunia Kena Azab Apa?
Ragil Mahardika dan Frederik Vollert (Instagram)

Depok.suara.com - Timnas Jerman dikalahkan Jepang di Piala Dunia Qatar 2022. Banyak warganet yang mengaitkan kekalahan Tim Panser ini karena aksi mereka mendukung kampanye LGBT.

Diketahui sebelum pertandingan di Stadion Internasional Khalifa, Doha pada Rabu malam (23/11/2022) waktu setempat. Timnas Jerman melakukan aksi tutup mulut.

Dilansir dari NPR, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap FIFA yang melarang mereka memakai ban kapten pelangi One Love sebagai simbol menolak diskriminasi pada perhelatan Piala Dunia Qatar.

Adapun diskriminasi yang dimaksud adalah pembatasan bagi kalangan LGBTQ selama Piala Dunia berlangsung. Hal ini diberlakukan otoritas Qatar karena menilai LGBTQ tidak sejalan dengan budaya masyarakat Qatar yang mengedepankan tradisi keIslaman.

Hingga akhirnya membuat selebgram asal Indonesia Ragil Mahardika ikut berkomentar. Ia mempertanyakan jika kekalahan Timnas Jerman adalah azab, Bagaimana dengan Indonesia?

"Kalau karana Azab, Timnas Jerman Kalah. Lalu bagaimana dengan Timnas Indonesia? Gak pernah masuk Piala Dunia.. Azab netijen yang suka kepo dan hujat orang kah?" tulisnya di Instagram yang dikutip pada Jumat (25/11/2022).

Sendirian itu pun membuat publik geram dengan sikap pria yang terang-terangan mengaku LGBT itu.

"Ada yang panas yah. Aku yg dihujat ampe trending aja masih santai, kok kalian yg menghujat, aku senggol dikit uda kepanasan," tuli Ragil.

Sosok Ragil Mahardika

baca juga

Diketahui, selebgram Ragil Mahardika mulai dikenal publik Indonesia. Ia mengakui bahwa dirinya memiliki seksualnya gay dan telah memiliki seorang suami bernama Fred Vollert.

Ragil Mahardika yang merupakan TikToker tersebut, awalnya kerap membagikan konten edukatif soal kehidupan di Jerman hingga cara mengurus dokumen kependudukan.

Namun karena sepi peminat, akhirnya Ragil Mahardika beralih membagikan konten kemesraannya bersama dengan suami.

Pengalaman pria asal Indonesia tersebut ia bagikan melalui kanal YouTube LENSA EDO pada Minggu, (10/10/2021).

"Di awal-awal aku membahas bagaimana caranya datang ke Jerman terus juga akademiku segala macem, tapi memang makin ke mari aku berkurang membahas itu… Orang-orang di Indonesia lebih tertarik dengan bagimana sih kehidupan LGBT tersebut. Apakah mereka juga pergi belanja bareng? Apakah mereka juga pergi masak bareng?" terang Ragil.

Dalam penuturannya, Ragil Mahardika mengaku ingin mengubah perspektif publik terhadap pasangan gay.

Ia ingin masyarakat tahu bahwa kaum LGBT+ tidak selalu identik dengan hal buruk dan sama dengan heteroseksual pada umumnya.

“Aku masuk ke YouTube itu pengen kasih informasi bahwa pasangan LGBT itu juga sama hidupnya seperti teman-teman yang lain. Jadi aku lebih ke situnya sih. Karena memang mungkin aku tau temen-temen di Indonesia haus akan informasi itu dibandingkan dengan akademik ku sendiri.” ujar dia.

Menurut Ragil, saat ini masih banyak stigma negatif yang lekat dengan kaum LGBTQ+. Ia pun berusaha untuk merontokkan berbagai pandangan negatif tersebut.

"Orang-orang di Indonesia, kita selalu dicekokin sama berita-berita yang buruk tentang LGBT. Jadi di Indonesia kalau denger LGBT pasti konotasinya negatif aja. Neraka, pesta seks, padahal enggak seperti itu juga. Kehidupan kita juga sama," ungkap Ragil.

Lebih lanjut, dirinya mengaku ingin mengubah kewarganegaraannya dan mengadopsi anak di Jerman. Menurut Ragil, saat ini banyak kaum LGBT+ yang hak-hak dasarnya belum terpenuhi di Indonesia.

"Bukannya karena aku enggak mencintai negara Indonesia, kalau negara Indonesia misalnya tidak seperti yang kita tahu saat ini bahwa di mana-mana anti LGBT. Di mana-mana ada penggerebekan LGBT, di mana-mana temen kita LGBT kesulitan mendapat pekerjaan di Indonesia. Temen-temen kita semuanya harus menutup mulut rapat-rapat kalau ketahuan mereka akan dipecat dari pekerjaannya yang hebat-hebat tadi,” sebut Ragil.

Lantas, ia mengemukakan harapannya agar masyarakat Indonesia semakin menerima kelompok LGBT+ sebagai bagian dari mereka.

"Nanti aja deh kalau jadi warga negara Indonesia. Semoga Indonesia bisa semakin baik, semakin tahu apa hak asasi manusia, semakin tahu LGBT adalah bagian dari masyarakat dan itu banyak banget dan itu orang-orang hebat juga yang ada di situ. Bukan berarti karena dia LGBT, dia enggak bisa jadi TNI, atau ABRI, atau polisi yang baik,” terang Ragil Mahardika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Timnas Jerman Disebut Kalah Karena Azab Bela LGBT, Ragil Mahardika: Bagaimana Indonesia, Azab Netizen?

Timnas Jerman Disebut Kalah Karena Azab Bela LGBT, Ragil Mahardika: Bagaimana Indonesia, Azab Netizen?

Surakarta | Jum'at, 25 November 2022 | 08:45 WIB

Alasan Jerman dan Argentina Tak Perlu Panik meski Keok di Laga Perdana Piala Dunia 2022, Masih Bisa Juara

Alasan Jerman dan Argentina Tak Perlu Panik meski Keok di Laga Perdana Piala Dunia 2022, Masih Bisa Juara

Bola | Kamis, 24 November 2022 | 21:15 WIB

Gus Miftah Kaitkan Kekalahan Timnas Jerman Dengan Aksi Tutup Mulut, Bawa Nama Allah

Gus Miftah Kaitkan Kekalahan Timnas Jerman Dengan Aksi Tutup Mulut, Bawa Nama Allah

Bali | Kamis, 24 November 2022 | 19:51 WIB

Terkini

Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka

Dari Gita Wirjawan hingga Malaka Project: 5 Podcast Wajib Dengar Biar Wawasanmu Makin Terbuka

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Terkuak di Sidang! Saksi Ngaku Setor Rp60 Juta ke Wakil Ketua DPRD Pekalongan Demi Jabatan

Terkuak di Sidang! Saksi Ngaku Setor Rp60 Juta ke Wakil Ketua DPRD Pekalongan Demi Jabatan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:41 WIB

Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak di NTT

Gerak Cepat di Tengah Bencana, InJourney Group Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak di NTT

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:41 WIB

5 Sepatu Jalan Terbaik untuk Liburan: Stylish dan Empuk untuk Eksplorasi Seharian

5 Sepatu Jalan Terbaik untuk Liburan: Stylish dan Empuk untuk Eksplorasi Seharian

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:38 WIB

Rahasia Rumus Volume dan Luas Permukaan Kubus: Sifat Unik dan Contoh Soal Praktis

Rahasia Rumus Volume dan Luas Permukaan Kubus: Sifat Unik dan Contoh Soal Praktis

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Gen Z dan FOMO Nonton Konser: Bukan Cuma Hiburan, Tapi Membeli Pengalaman

Gen Z dan FOMO Nonton Konser: Bukan Cuma Hiburan, Tapi Membeli Pengalaman

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

Pakar: Desil DTSEN Tak Bisa Jadi Vonis Tunggal Penerima Subsidi

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Breasts and Eggs: Perempuan yang Melawan Standar Tubuh dan Norma Sosial

Breasts and Eggs: Perempuan yang Melawan Standar Tubuh dan Norma Sosial

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Cara Menata Cermin di Kamar Tidur yang Baik Menurut Feng Shui, Diletakkan di Mana?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Mengenal Nonchalant Core: Tren Bersikap 'Bodo Amat' ala Gen Z, Sehatkah Secara Mental?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:23 WIB

×