Alasan Jerman dan Argentina Tak Perlu Panik meski Keok di Laga Perdana Piala Dunia 2022, Masih Bisa Juara

Rully Fauzi
Alasan Jerman dan Argentina Tak Perlu Panik meski Keok di Laga Perdana Piala Dunia 2022, Masih Bisa Juara
Starting eleven Timnas Jerman di laga Piala Dunia 2022 melawan Jepang di Qatar, Rabu (24/11/2022). [INA FASSBENDER / AFP]

Die Mannchaft dan Albiceleste sama-sama tumbang pada partai perdana mereka di Piala Dunia 2022.

Suara.com - Kejutan terjadi di matchday 1 Piala Dunia 2022. Dua tim favorit juara, Timnas Jerman dan Timnas Argentina di luar dugaan menelan kekalahan lawan tim-tim dari Asia dengan skor identik 1-2. Namun, rasanya dua tim besar rasanya tak perlu terlalu panik usai keok pada laga perdananya di Qatar 2022.

Timnas Jerman dipecundangi Jepang dengan skor 1-2 pada laga Grup E yang dihelat di Stadion Internasional Khalifa, Rabu (23/11/2022) malam WIB.

Setelah unggul lewat gol penalti Ilkay Gundogan di babak pertama, Jerman kecolongan sepasang gol Jepang yang lahir di menit ke-75 dan 83'.

Skema kekalahan Timnas Argentina pun mirip dengan Jerman. Sempat unggul cepat lewat gol penalti Lionel Messi, Argentina kebobolan sepasang gol di babak kedua sehingga kalah 1-2 dari Arab Saudi pada laga Grup C di Stadion Ikonik Lusail, Selasa lalu.

Baca Juga: Lupakan Joga Bonito, Neymar akan Main Pragmatis di Piala Dunia 2022 demi Trofi Juara

Ekspresi penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi usai timnya kalah 1-2 dari Arab Saudi dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia 2022 Qatar di Stadion Ikonik Lusail, Qatar, Selasa (22/11/2022). [AFP]
Ekspresi penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi usai timnya kalah 1-2 dari Arab Saudi dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia 2022 di Stadion Ikonik Lusail, Qatar, Selasa (22/11/2022). [AFP]

Menelan kekalahan di laga perdana, tentu ini jadi warning tersendiri buat Jerman dan Argentina terkait kans kelolosan mereka ke fase gugur Piala Dunia 2022.

Akan tetapi, Die Mannschaft --julukan Timnas Jerman-- dan Albiceleste --julukan Timnas Argentina-- rasanya tak perlu terlalu panik.

Pasalnya, hal ini pernah terjadi pada juara Piala Dunia 2010 silam, yakni Timnas Spanyol. Kalah di laga pembuka kala itu di Piala Dunia Afrika Selatan, La Furia Roja nyatanya mampu melaju jauh dan keluar sebagai kampiun.

Kala itu, tergabung di Grup H, Spanyol menghadapi Swiss pada laga perdana mereka. Hasilnya, Xavi dan kawan-kawan harus menelan kekalahan 0-1 melalui gol tunggal Gelson Fernandes.

Namun, Spanyol bangkit dan menunjukkan kekuatan mental mereka setelahnya. Spanyol meraih kemenangan kala menghadapi dua lawan tersisa, Honduras dan Chile. Keduanya dengan skor 2-0 dan 2-1.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2022: Gol sang 'Pengkhianat' Breel Embolo Bawa Swiss Bungkam Kamerun 1-0

Lolos sebagai juara grup, Spanyol menghadapi Portugal di Babak 16 Besar. Pada laga ini, mereka meraih kemenangan dengan skor 1-0. Gol tunggal Spanyol dicetak David Villa.

Di perempat final, Spanyol harus berhadapan dengan Paraguay. Lagi-lagi David Villa menjadi pahlawan bagi timnya. Gol tunggal mantan striker Barcelona itu memastikan kemenangan 1-0 Spanyol pada laga tersebut.

Spanyol pun menghadapi Jerman di semifinal. Lagi-lagi mereka bisa meraih kemenangan 1-0. Kali ini, yang jadi pahlawan dengan gol tunggalnya adalah bek Carles Puyol.

Di partai puncak, Spanyol berhadapan dengan Belanda. Lagi-lagi, La Furia Roja sukses meraih kemenangan 1-0. Gol kemenangan Spanyol dicetak Andres Iniesta pada babak perpanjangan waktu di menit 116.

Andres Iniesta saat mencetak gol di final Piala Dunia 2010. (Pedro Ugarte/AFP).
Andres Iniesta saat mencetak gol di final Piala Dunia 2010. (Pedro Ugarte/AFP).

Karena itu, rasanya Jerman dan Argentina tak perlu terlalu panik di Piala Dunia 2022 ini. Jalan mereka masih panjang, peluang masih terbuka lebar untuk setidaknya lolos ke babak 16 besar dulu.

Jerman sendiri selanjutnya akan menghadapi Spanyol di Grup E Piala Dunia 2022. Laga akbar ini akan dihelat pada 28 November, sebelum Jerman menghadapi Kosta Rika di laga pamungkas.

Sementara itu, Argentina di Grup C selanjutnya akan menjajal kekuatan Meksiko pada 27 November, sebelum terakhir bentrok dengan Polandia.