Cabut Pembatasan, Lembaga AS Perkirakan Satu Juta Kematian Akan Terjadi di China Akibat COVID-19

Suara Depok

Sabtu, 17 Desember 2022 | 12:32 WIB
Cabut Pembatasan, Lembaga AS Perkirakan Satu Juta Kematian Akan Terjadi di China Akibat COVID-19
Aksi protes tentang kebijakan COVID-19 di China. (Youtube BBC Indonesia)

Depok.suara.com - Institute of Health Metrics and Evaluation (IHME) yang berbasis di Amerika Serikat memproyeksikan akan ada ledakan kasus Covid 19 hingga menyebabkan satu juta kematian di China pada tahun 2023. Hal ini karena adanya pencabutan pembatasan oleh pemerintah setempat. 

Dimuat CNA, Direktur IHME Christopher Murray menyatakan kasus di China akan mencapai puncaknya sekitar 1 April, ketika kematian akan mencapai 322.000. Sekitar sepertiga populasi China akan terinfeksi pada saat itu. 

Otoritas kesehatan nasional China belum melaporkan kematian resmi akibat COVID-19 sejak pencabutan pembatasan COVID-19. Kematian resmi terakhir dilaporkan pada 3 Desember. Total kematian akibat pandemi mencapai 5.235.

China mencabut beberapa pembatasan COVID-19 pada bulan Desember setelah protes publik. Namun sekarang mereka mengalami lonjakan kasus yang dikhawatirkan dapat melanda 1,4 miliar populasinya selama liburan Tahun Baru Imlek bulan depan.

"Tidak ada yang mengira mereka akan tetap berpegang pada nol-COVID selama mereka melakukannya," kata Murray pada Jumat (16/12) ketika proyeksi IHME dirilis secara online.

Murray menyebut kebijakan nol-COVID China mungkin efektif untuk mencegah varian virus sebelumnya, tetapi penularan yang tinggi dari varian Omicron membuatnya tidak mungkin untuk dipertahankan. 

Grup pemodelan independen di University of Washington di Seattle, yang telah diandalkan oleh pemerintah dan perusahaan selama pandemi, menggunakan data dan informasi provinsi dari wabah Omicron baru-baru ini di Hong Kong.

"China sejak wabah Wuhan yang asli hampir tidak melaporkan kematian. Itulah sebabnya kami melihat ke Hong Kong untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat kematian infeksi," kata Murray.

Untuk prakiraannya, IHME juga menggunakan informasi tentang tingkat vaksinasi yang diberikan oleh pemerintah China serta asumsi tentang bagaimana berbagai provinsi akan merespons ketika tingkat infeksi meningkat.

baca juga

Pakar lain memperkirakan sekitar 60 persen populasi China pada akhirnya akan terinfeksi, dengan puncaknya diperkirakan pada bulan Januari, yang paling parah menyerang populasi yang rentan, seperti orang tua dan mereka yang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Kekhawatiran utama termasuk kumpulan besar individu yang rentan di China, penggunaan vaksin yang kurang efektif dan cakupan vaksin yang rendah di antara mereka yang berusia 80 tahun ke atas, yang paling berisiko terkena penyakit parah.

Model Lainnya

Pemodelan penyakit di Universitas Hong Kong memprediksi bahwa mencabut pembatasan COVID-19 dan membuka kembali semua provinsi secara bersamaan pada Desember 2022 hingga Januari 2023 akan mengakibatkan 684 kematian per juta orang selama jangka waktu tersebut. 


Hal ini berdasarkan sebuah makalah yang dirilis pada hari Rabu di server pracetak Medrxiv yang belum menjalani peer review. Berdasarkan populasi China sebesar 1,41 miliar, dan tanpa langkah-langkah seperti kampanye penguat vaksinasi massal, jumlahnya mencapai 964.400 kematian.

Studi lain yang diterbitkan pada Juli 2022 di Nature Medicine oleh para peneliti di School of Public Health di Fudan University di Shanghai yang memprediksi gelombang Omicron akan mengakibatkan 1,55 juta kematian selama periode enam bulan, dan permintaan untuk unit perawatan intensif 15,6 kali lipat dari kapasitas yang ada.

Yanzhong Huang, rekan senior untuk kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri, mengatakan ada 164 juta orang di China menderita diabetes, faktor risiko hasil COVID-19 yang buruk. Ada juga 8 juta orang berusia 80 tahun ke atas yang belum pernah divaksinasi.

Pejabat Cina sekarang mendorong individu untuk didorong dari daftar tembakan buatan Cina yang lebih baru. Namun, pemerintah masih enggan menggunakan vaksin asing. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Update COVID-19 Jakarta 16 Desember: Positif 485, Sembuh 1.173 dan Meninggal 7 Orang

Update COVID-19 Jakarta 16 Desember: Positif 485, Sembuh 1.173 dan Meninggal 7 Orang

Jakarta | Jum'at, 16 Desember 2022 | 21:57 WIB

Update COVID-19 Jakarta 15 Desember: Positif 573, Sembuh 1.367 dan Meninggal 2 Orang

Update COVID-19 Jakarta 15 Desember: Positif 573, Sembuh 1.367 dan Meninggal 2 Orang

Jakarta | Kamis, 15 Desember 2022 | 22:03 WIB

Asik, Kaltim Bebas dari Zona Merah Covid-19: Selalu Waspada

Asik, Kaltim Bebas dari Zona Merah Covid-19: Selalu Waspada

Kaltim | Kamis, 15 Desember 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur

Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:07 WIB

BMW Puncaki Daftar Penjualan Mobil Mewah Meski Pasar Premium Sedang Lesu

BMW Puncaki Daftar Penjualan Mobil Mewah Meski Pasar Premium Sedang Lesu

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:05 WIB

4 Rekomendasi Obat Totol Flek Hitam Paling Ampuh, Ada yang Hasilnya Kelihatan dalam 7 Hari

4 Rekomendasi Obat Totol Flek Hitam Paling Ampuh, Ada yang Hasilnya Kelihatan dalam 7 Hari

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Eks Member JKT 48 Tegur Keras Anak Buah Erick Thohir: Jujur Aku Kecewa!

Eks Member JKT 48 Tegur Keras Anak Buah Erick Thohir: Jujur Aku Kecewa!

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Solidaritas dengan Korban Gempa Flores, Pemerintah Tunda Pesta Kembang Api di Monas

Solidaritas dengan Korban Gempa Flores, Pemerintah Tunda Pesta Kembang Api di Monas

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Bukan Sekadar Mediasi, KPAI Minta Pemulihan Korban Bullying SMPN 1 Blora Jadi Prioritas

Bukan Sekadar Mediasi, KPAI Minta Pemulihan Korban Bullying SMPN 1 Blora Jadi Prioritas

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal

Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Parade Bendera Merah Putih di Bawah Laut Meriahkan HUT RI ke-81

Parade Bendera Merah Putih di Bawah Laut Meriahkan HUT RI ke-81

Video | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:00 WIB

PJJ Sekolah Jakarta 18 Agustus Besok Karena akan Ada Demo Besar? Simak Penjelasan Pemprov DKI

PJJ Sekolah Jakarta 18 Agustus Besok Karena akan Ada Demo Besar? Simak Penjelasan Pemprov DKI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Suhu Panas Jadi Penyebab Jamal Musiala Ambruk Setelah Cetak Gol, Begini Kondisinya Sekarang

Suhu Panas Jadi Penyebab Jamal Musiala Ambruk Setelah Cetak Gol, Begini Kondisinya Sekarang

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×