Depok.suara.com - Putri Cendrawathi saat ini masih berstatus sebagai terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J. Meski demikian dirinya mengaku sebagai korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh brigadir J. Namun, anehnya hingga saat ini istri Ferdy Sambo tersebut enggan untuk diperiksa oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
Hal ini diungkapkan langsung dari mulutnya saat diperiksa dalam sidang pembunuhan berecana Brigadir J sebagai terdakwa pada Rabu, (11/1/2022).
Sebelumnya melalui sang kuasa hukum, Putri Candrawathi sempat mengajukan permohonan ke LPSK dengan status korban kekerasa seksual yang diduga dilakukan oleh Brigadir J. Namun, LPSK akhirnya menolak permohonan Putri karena dinilai tak memenuhi kriteria dan dinilai tidak kooperatif.
Penasihat Putri, Sarmauli Simangusong sempat mempertanyakan mengapa tak kooperatif saat diperiksa oleh LPSK. Padahal, lembaga lain seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan hingga Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) dengan mudahnya melakukan pemeriksaan terhadap Putri.
"Banyak sekali pemberitaan mengenai pada saat LPSK mengunjungi saudara, dianggap tidak kooperatif karena saudara tidak dapat diperiksa. Sementara pada saat diperiksa Komnas HAM, Komnas Perempuan maupun Apsifor, pihak-pihak yang lain ini bisa memeriksa dan mengakses saudara. Bisa saudara ceritakan kenapa pada saat LPSK memeriksa saudara, tidak bisa memeriksa saudara?" tanya Sarmauli.
Putri pun menjawab, anggota LPSK memang sempat mendatangi kediamannya yang berada di kawasan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Putri bahkan sempat berkomunikasi dengan psikiater tersebut, namun saat diperiksa oleh psikolog Putri hanya diam saja.
"Kenapa saudara diam? apa yang ditanyakan psikolog tersebut?" tanya Sarmauli.
Putri kemudian menjawab bahwa, sejak awal pemeriksaan, psikolog itu langsung melontarkan pertanyaan mengenai hubungan spesial antara Putri dengan Brigadir J. Sehingga Putri enggan menjawab dan memilih untuk diam.
"Karena di awal dia langsung menyampaikan, karena saat itu psikolognya menyampaikan langsung dengan pertanyaan 'apakah punya hubungan spesial dengan Yosua?' dan saya tidak mau jawab," jawab Putri.
Bukannya diklaim sebagai korban pelecehan, Putri malah mendapatkan stigma negatif darinya.
"Karena saya ini adalah korban kekerasan seksual, kenapa saya selalu diasumsikan negatif oleh orang-orang," ujar Putri.
Atas perlakuan itu, Putri mengaku sedih lantaran tak ada yang memahami posisinya sebagai korban kekerasan seksual. Ia juga mengaku malu dengan pemberitaan yang menyebut bahwa dirinya telah berselingkuh dengan Brigadir J.
"Saya hanya sedih, kenapa orang-orang tidak bisa memahami bila ada di pihak saya sebagai saya. Saya sangat malu, dan apakah orang-orang memikirkan perasaan anak-anak saya dengan pertanyaan atau pemberitaan bahwa ibunya selingkuh dengan orang lain," ucap Putri.
"Jadi pada hari itu ketika LPSK datang mau memeriksa saudara, ketika sudah ada pertanyaan pertama itu, saudara diam dan tidak mau menjawab pertanyaan selanjutnya?" tanya Sarmauli.
"Iya," jawab Putri singkat.