Setiap bulan ramadan tiba, umat muslim yang berpuasa tentu familiar dengan istilah 'imsak'. Imsak yang kita kenal dipahami sebagai penanda hitungan mundur 10 menit menjelang adzan subuh.
Belum lama ini viral penjelasan bahwa istilah imsak itu selama bertahun-tahun diartikan keliru oleh orang Indonesia. Ustadz Adi Hidayat memaparkan kalau selama ini kita gagal paham mengartikan imsak.
"Ini kerancuan yang luar biasa. Ibu, perhatikan, Imsak itu nama lain dari puasa," ujarnya dalam sebuah video kajiannya di akun tiktok @tary9858 (29/3). Ia menambahkan kalau definisi imsak itu sama dengan shaum (dalam bahasa arab) yang artinya 'menahan puasa'. "Shaum terulang enam kali di Quran, ini secara bahasa, shaum dan shiam itu sama yaitu artinya 'Al Imsak', menahan puasa. Jadi imsak itu nama lain dari puasa, punya tiga nama bisa shaum, bisa shiam, dan bisa imsak." Lanjutnya.
Melalui pernyataan ini dia menegaskan jika sebetulnya saat imsak itu kita sudah tidak boleh makan. Kita 'gagal paham' karena menempatkan istilah imsak bukan pada tempatnya. "Seharusnya imsak itu, waktunya sama dengan adzan subuh" sambungnya.
Lalu waktu sepuluh menit jelang adzan subuh disebut apa? Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, waktu itu dapat disebut 'tanbihun' dalam bahasa arab. Sambil bercanda, ia menjelaskan, "tahan sebentar, ayo jujur siapa yang tadi imsak masih makan? Di imsak, kalau nanti bikin kalender lagi, tempatkan imsak sama dengan subuh. Yang sebelum subuh itu tanbihun dalam bahasa arab, yang artinya peringatan." Jelasnya.
Dalam video tersebut ia juga membahas jika kesalahan berabad-abad ini datangnya entah kapan dan dari mana. Masyarakat identik dengan pamflet jadwal imsakiyah adalah waktu-waktu adzan tiba selama ramadan. Padahal menurutnya, kalau imsakiah berarti puasa, pamflet itu kurang tepat disebut jadwal imsakiyah, tapi jadwal salat. "Jadwal imsakiyah itu mestinya waktu sahur, apa-apa yang disunnahkan selama puasa, bukan waktu salat, itu jadwal salat namanya." Tutupnya