Depok.suara.com - Masih menjadi perdebatan umum, lebih tinggi tingkat stress siapa? ibu rumah tangga yang fokus jaga anak atau Ibu yang bekerja.
Stress merupakan reaksi tubuh ketika mendapati tekanan, ancaman, maupun situasi yang baru kita temui. Seperti jaga anak rumah atau kerjaan kantor yang menumpuk.
Tubuh akan otomatis menghasilkan hormon kortisol sebagai upaya pertahanan diri, dan tetap dapat melakukan aktifitas dengan baik.
Berlaku bagi ibu-ibu yang menjaga anak dirumah, ataupun ibu yang bekerja dan menitipkan anaknya pada orang lain.
Melalui Studi dari University of Michigan menemukan, bahwa ibu yang tinggal di rumah lebih mungkin mengalami gejala depresi daripada ibu yang bekerja.
Penulis utama studi tersebut, Sarah Clark, mengatakan bahwa beberapa faktor berkontribusi terhadap temuan ini. "Ada banyak hal yang dapat berkontribusi terhadap depresi," katanya.
"Itu bisa berupa tekanan finansial, atau isolasi sosial, atau hanya tantangan sehari-hari dalam merawat anak kecil." lanjut Sarah Clark dikutip dari optimumsts (12/102022).
Seorang ibu akan selalu menyayangi anak mereka dengan penuh kasih, namun jika dibarengin dengan kegiatan rumah ataupun kerjaan, pasti akan mengalami stress.
![Ilustrasi Ibu Pekerja saat jaga anak [@pexels/andreapiacquadio]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/07/13/1-pexels-andrea-piacquadio-755028.jpg)
Jika kamu ibu rumah tangga, yang semua tugas rumah dikerjakan sendiri, belom lagi harus jagain anak, melayani suami, dan tidak ada teman cerita.
Baca Juga: Randy Kjaernett Curhat Ceria Mabok Miras, Netizen: Bagus Bininya Minta Pisah!
Sudah bisa dibayangkan stressnya kayak apa tuh, pasti pusing tujuh keliling. Belum lagi jika ada pengeluaran tambahan, makin repot deh ngatur uang bulanan.
Apabila kamu seroang ibu pekerja, yang menemani anak sebelum berangkat dan setelah pulang kerja. Juga memiliki tingkat stress yang berbeda dengan ibu rumah tangga.
Kekhawatiran mereka lebih tinggi, membuat tidak fokus bekerja, dan mungkin kinerja jadi menurun. memungkinkan anak akan terasa jauh sama ibunya.
Meskipun para ibu pekerja itu, tampak lebih mudah untuk mengatasi stress. Karena bisa merilis stress mereka, dengan bercerita ke rekan kerja yang mungkin senasib.
Dan untuk para ibu rumah tangga, cobalah untuk lebih berbahagia dan menyisihkan waktu sendiri saat anak tidur. Dengan melakukan apapun yang membuat ibu bahagia.***