Depok.suara.com – Sejak dinikahi pengusaha konglomerat Reino Barack, Syahrini memutuskan untuk rehat dari dunia hiburan tanah air
Penyayi yang akrab disapa Inces itu fokus pada keluarga sambil menekuni bisnis fashion yang sebelumnya ia rintis dengan sang adik sekaligus manajernya Aisyahrani.
Syahrini dan adiknya kompak menjalani bisnis fashion yang terdiri dari berbagai jenis koleksi baju seperti gamis, hoodie, bahkan ada jilbab, mukena serta scraft.
Untuk merambah koleksi barang dagangannya, Syahrini jajal jualan celana Palazo Cargo Pants yang bisa dikenakan muslimah dengan cara memadukannya dengan jilbab dan baju panjang.
Sehingga wanita berhijab seperti Syahrini masih bisa bergaya sporty namun tidak meninggalkan kesan anggun dan elegan.
Lantas berapakah harga celana cargo yang dijual Syahrini?
Belum lama ini akun media sosial Instagram @congli_willneverdie pada Sabtu (22/07/2023) iseng-iseng membuka toko daring tempat barang dagangan Syahrini dijajakan.
Setelah dibuka, akun tersebut didapati kalau celana yang sempat disebut celana satpam oleh warganet itu, belum terjual sama sekali.
“0 terjual.. Kasian ya.. Seluruh dagangannya 0 terjual,” tulis akun tersebut pada postingannya.
Baca Juga: Andre Onana Debut di Manchester United, Langsung Kebobolan dalam 6 Menit
![Syahrini jualan celana di online shop tapi belum laku [Instagram @congli_willneverdie]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/07/27/1-celana-syahrini.jpg)
Padahal sebelumnya Syahrini gencar promosi celana cargo itu di media sosialnya. Ia bahkan mengaku dagangannya laris manis hingga harus stok ulang hingga berkali-kali.
“Katanya membludak sampe restock2 lagi Kacian dweeeh,” kata akun tersebut.
Minimnya minat masyarakat terhadap produk dagangan Syahrini, lantas memantik rasa penasaran publik.
Usut-punya usut, harga yang dipatok Syahrini untuk satu buah celananya cukup tinggi, hampir Rp800 ribu. Ini yang diduga bikin barang dagangannya sepi peminat.
“Saya bukan fans atau haters mereka, cuman gimana ya.. Kalau jualan tuh harganya ga ngotak, engga sebanding sama kualitasnya,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
“Lagian ye jualan produk lokal tp harganya selangit.. Udh setara z*ra yg brand luar,” ujar warganet lainnya.