Depok.suara.com - Era musik memang terus berubah dark zaman ke zaman. Pada 2006-2010 lalu, era musik Indonesia di kuasai oleh lagu-lagu Melayu.
Ahmad Dhani dan Ari Lasso belum lama ini membongkar cerita pada tahun-tahun tersebut. Karena, itu merupakan masa-masa yang cukup suram bagi Dewa 19.
Ini diungkap langsung oleh keduanya ketika jadi berbincang di podcast Deddy Corbuzier. Menurut pernyataan Ari Lasso, Dewa 19 saat itu tergerus oleh hadirnya musik Melayu yang selalu ditampilkan di acara musik.
“Waktu itu berkeluh kesah tentang acara pagi. Saat itu kan musik-musik mainstream seperti Dahsyat dan Inbox habis kita," ungkap Ari Lasso dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier, Selasa (7/08/2023).
Bahkan, Ari Lasso juga mengungkapkan, bahwa pada masa itu, Dewa 19 sepi panggung. Sehingga, membuat hampir seluruh personilnya menderita.
"Ketika Melayu invasion, itu kan kita suffering, sebulan mungkin sekali dua kali manggung," kenang Ari Lasso.
Di sisi lain, Ahmad Dhani menyahut apabila faktor tersebut juga membuat Once Mekel, memutuskan keluar dari Dewa 19.
"Makanya Once sampai keluar dari Dewa, mungkin karena itu juga," balas Ahmad Dhani.
Ahmad Dhani lalu menyampaikan bahwa pada tahun 2006-2010 merupakan masa sulit Dewa 19. Kala itu, Ahmad Dhani lalu mengakalinya dengan merilis single lagu berjudul 'Cinta Manusia Biasa'.
Baca Juga: Acer Aspire 3 Spin 14: Laptop Konvertibel Terjangkau, Harga Mulai Rp 8 Jutaan
Menurut Ahmad Dhani, lagu tersebut dinialinya paling bagus. Sayangnya, masyarakat memiliki penilaian berbeda dan justru tak menyukainya.
"Lagunya bagus, produksinya bagus, video klipnya bagus, dan paling enggak laku," ungkap Ahmad Dhani.