Depok.suara.com - Bertaburnya pemain abroad Indonesia membuat banyak pihak menyoroti sepak terjang mereka.
Bukan hanya mereka yang dinaturalisasi, para pemain lokal yang memilih ambil tantangan di luar karirnya kerap diperhatikan.
Salah satunya ialah Marselino Ferdinan, berlian muda harapan bangsa yang kini menapak karir dengan KMSK Deinze, klub kasta kedua liga Belgia.
Pemain berusia 19 tahun tersebut belum juga diberi menit bermain di Challenger Pro League yang sudah memasuki gameweek ke-6.
Menurut data dari transfermarket.co.id, dari enam pertandingan tersebut, eks Persebaya Surabaya itu hanya dua kali masuk ke dalam squad tanpa pernah mendapat menit bermain.
Hal itu berbanding terbalik dengan musim 2022/2023 lalu saat Marselino masih dilibatkan dalam upaya tim bertahan di divisi dua.
Dari 10 laga playoff zona degradasi, Marselino dimainkan dalam empat pertandingan plus menyumbang satu gol.
Madeknya perjalanan karir pemain kelahiran Jakarta tersebut belakangan membuat masyarakat khawatir.
Dilihat dari unggahan twitter (X) pribadi Marselino @marcengggg (21/9/23), dirinya mengutip komentar netizen yang tidak senang dengan perjalanan karirnya di Belgia.
Baca Juga: Aktivitas IRT Jennifer Kurniawan Curi Perhatian, Tetap Maksimal Sekalipun Irfan Bachdim Jobless
Seorang warganet dengan akun @zeki_ftnt mengajaknya balik ke Liga 1 Indonesia saja jika berkarir di Eropa terasa menghambat perkembangannya.
"bagus bermain di Liga 1 saja daripada tidak dipakai," tulis komentar tersebut.
Marselino Tidak Senang Dikritik Netizen
![Tweet Marselino tanggapi kritik netizen Indo [Tangkapan layar/Twitter(X)/@marcengggg]](https://media.suara.com/suara-partners/depok/thumbs/1200x675/2023/09/25/1-1000000832.jpg)
Dalam tweet itu Marselino justru menegaskan jika dirinya belum tertarik kembali ke tanah air dan ingin para pendukung menghargai prosesnya.
"life is good bro santai nikmati proses," cuit balasan Marselino.
Pemain yang oleh transfermarket ditaksir punya harga Rp.5,21 Miliar tersebut turut memberi contoh soal pentingnya menghargai proses.
Ia mencerminkan karir Takefusa Kubo yang harus menempuh perjalanan 7 tahun jerih payah karir di Negri Matador dan baru belakangan ini terlihat mulai menunjukan kualitasnya.