Depok.suara.com- Kasus kopi sianida yang melibatkan Wayan Mirna Salihin dan Jessica Wongso pada 2016 lalu kini kembali mencuat ke khalayak masyarakat Indonesia.
Hal tersebut tidak terlepas dari dirilisnya film dokumenter "Ice Cold: Muder, Coffee and Jessica Wongso pada 28 September 2023 lalu di Netflix.
Tentu saja, dirilisnya film tersebut menjadi angin segar bagi kubu Jessica Wongso, yang kini harus menerima hukuman 20 tahun penjara karena dituding sebagai pelaku utama dalam pembunuhan Mirna Salihin.
Akan tetapi, baru-baru ini wawancara lawas Jessica Wongso soal kematian sahabatnya itu kembali tersebar di media sosial, salah satunya adalah YouTube.
Dalam wawancara lawas Jessica Wongso yang diunggah oleh kanal SOAL POLITIK pada tahun 2022 lalu, Jessica Wongso mengaku bahwa ia menghapus pesan grup WhatsApp sehari setelah kematian Mirna Salihin.
"Karena saya menghapusnya itu kan sehari sesudah kejadian ya, saya pikir kan saya nggak mau ngelihat handphone saya maka pasti masih ada percakapan sama Mirna," ujar Jessica Wongso dalam wawancara lawasnya sebagaimana yang dikutip Depok.suara.com dari YouTube SOAL POLITIK pada Rabu (11/10/2023).
"Saya mikirnya kalau saya misalnya nggak pulang, ini siapa tahu nggak kejadian kayak gini," sambungnya.
"Jadi saya hapus aja deh, dan pada saat itu, saya nggak tahu kalo Mirna ternyata dibunuh atau diracuni dan di masa depan akan membuat publik menyangka bahwa saya yang membunuh," imbuhnya.
Ketika disinggung dirinya menjadi tersangka pembunuhan Mirna, Jessica merasa jika tak adil jika ia ditetapkan sebagai tersangka.
Baca Juga: Kumpulan Ulah Ndableg Masriah: Kini Sengaja Buang Sampah di Depan Rumah Wiwik Sambil Joget
Wanita berusia 35 tahun itu bersikeras bahwa ia tidak merasa melakukan pembunuhan kepada Mirna Salihin.
"Kalau saya ditetapkan sebagai tersangka, ya itu tidak adil, karena saya tidak berbuat atau tidak berbuat bisa dijadikan tersangka saya juga nggak tahu kalau ternyata bisa seperti itu," tandas Jessica Wongso. (*)