Semua unek-unek akhirnya ditumpahkan oleh Kuat Maruf karena merasa tidak tahan dicap sebagai pembohong. Curhatan itu disampaikan Kuat Maruf saat menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua di PN Jaksel, kemarin.
Di hadapan hakim, Kuat Maruf merasa dirinya sudah muak dengan stigma yang muncul di awal kasus Brigadir J. Sebab, meski merasa sudah berkata jujur, Kuat Maruf tetap dianggap berbohong di pengadilan.
Bukannya mendapat simpatik, curhatan Kuat Maruf malah dibalas tawa hakim dan pengunjung sidang.
"Karena awalnya berbohong, jadi sekarang saya ngomong benar saja orang anggapnya bohong. Kadang, saya enek gitu Yang Mulia," curhat Kuat Maruf seperti dikutip dari Suara.com, hari ini.
Hakim pun menyela Kuat Maruf setelah menumpahkan keluh kesahnya di persidangan.
"Karena diawali berbohong?" tanya hakim.
"Itu dia yang bikin saya berat gitu. Dan saya enggak kepengin awalnya saya berbohong, bukan keinginan saya," jawab Kuat.
Hakim kemudian lantas bertanya kepada Kuat apakah Ferdy Sambo pernah menengok dirinya selama dipenjara.
"Belum pernah Yang Mulia," jawab Kuat.
Baca Juga: Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Bulan Madu Naik Kereta Panoramic Swiss, Harga Tiketnya Fantastis?
"Baru ketemu di ruang sidang saja?" tanya hakim.
"Dulu pernah ketemu dikonfrontir, ketemu sama Bapak (Ferdy Sambo), Ibu (Putri Candrawathi)," ungkap Kuat.
Iming-imingi Duit Ferdy Sambo
Ketika itu, kata Kuat, Ferdy Sambo hanya menyampaikan permohonan maaf kepadanya. Hakim lantas berseloroh kepada Kuat apakah dirinya sempat menagih uang Rp500 juta kepada Ferdy Sambo seperti yang pernah dijanjikan.
"Saudara enggak nagih, Pak mana Rp500 juta?" tanya hakim.
"Enggak kepikiran Yang Mulia," timpal Kuat.