Rafael Alun Trisambodo akhirnya mengundurkan diri dari PNS Ditjen Pajak Kemenkeu. Surat pengunduran diri Rafael itu beredar di media sosial.
Dilihat pada unggahan akun Twitter, @mazzini_gsp, surat pengunduran diri sebagai PNS Ditjen Pajak itu turut dibubuhi tanda tangani tangan Rafael. Pengunduran Rafael itu tertulis berlaku pada Jumat, hari ini.
"Bersamaan ini, saya Rafael Alun Trisambodo menyatakan pengunduran diri atas jabatan dan status saya sebagai aparatur sipil negara Direktorat Jenderal Pajak mulai Jumat 24 Agustus 2023. Saya akan mengikuti prosedur pengunduran diri di Direktorat Jenderal Pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian salah satu kutip surat pengunduran diri Rafael.

Dalam surat itu, Rafael juga mengaku siap menjalani klarifikasi atas harta kekayaannya yang sedang disorot sejak sang anak, Mario Dandy Satriyo ditangkap aparat kepolisian atas kasus penganiayaan terhadap David, putra pengurus GP Ansor, Jonathan Lutumahina.
Dia pun mengaku siap menjalani proses hukum atas kasus yang kini menjerat anaknya.
"Saya akan tetap menjalani proses klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelengara Negara (LHKPN) dan mematuhi proses hukum yang berlaku atas perlakukan anak saya," tulisnya.
Lewat surat terbuka itu, Rafael juga meminta maaf, terutama kepada keluarga David yang menjadi korban penganiayaan Mario Dandy.
Diketahui, polisi telah menangkap Mario pada Senin (20/2/2023) malam, tepat di hari yang sama dia melakukan penganiayaan terhadap David di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Setelah tertangkap, polisi telah menetapkan Marido Dandy sebagai tersangka dan kini telah ditahan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Cafe untuk Kerja di Surabaya, Digital Nomad Wajib Melipir
Terungkapnya kasus ini, polisi juga masih menyelidiki soal mobil Jeep Rubicon yang digunakan Mario Dandy saat menganiaya korban. Ternyata, mobil mewah itu menggunakan pelat palsu.
Bahkan, sang ayah, Rafael Alun Trisambodo kini resmi dicopot dari jabatannya di Kementerian Keuangan imbas perbuatan sadis anaknya. Tak cuma itu, Mario Dandy juga akhirnya dikeluarkan alias drop out dari Universitas Prasetiya Mulya.