Konser Coldplay yang bakal digelar di Jakarta pada November 2023 mendatang mendapat penolakan dari ormas Persaudraan Alumni (PA) 212. Penolakan konser tersebut diserukan PA 212 lantaran Coldplay dicap mendukung LGBT.
Bahkan, PA 212 mengancam akan mengepung bandara untuk menggagalkan kedatangan personel Coldplay yang berencana menggelar konser di Tanah Air.
Menanggapi itu, Ustaz Derry Sulaiman berbeda pandangan dengan ormas PA 212 yang menolak konser Coldplay karena isu LGBT. Justru Ustaz Derry Sulaiman mengaku tak menyoal atas rencana Coldplay menggelar konser di Jakarta.
"Derry Sulaiman tidak takut dengan konser Coldplay," kata Ustaz Derry Sulaiman seperti dikutip dari Suara.com lewat unggahan video di TikTok, Kamis kemarin.
Eks gitaris band Trashmetal Betrayer justru penasaran soal isu LGBT yang diangkat oleh Coldplay melalui karya lagu mereka.
Lebih lanjut, Ustaz Derry Sulaiman menyebut sangat berbahaya jika permasalahan LGBT terus digaungkan karena bisa bikin pubblik penasaran soal LGBT.
"Cukuplah kebatilan dihentikan dengan tidak membicarakannya. Jadi khawatir kalau itu dibicarakan terus, malah orang yang enggak tahu tentang empat huruf itu, dia kepoin, apa sih itu? Malah dia jadi kepengin tahu. Ini bahaya ini," katanya.
Hal yang paling membuat Ustaz Derry Sulaiman takut adalah ancaman pengepungan di bandara benar-benar dilakukan. Karenanya, Ustaz Derry Sulaiman menyarankan untuk melakukannya secara elegan bila ingin menolak.
"Ketakutan itu ketika mendengar ancaman mengepung airport. Ya, kita yang akan kena dampak banyak di dunia mata internasional," ujarnya.
Seruan penolakan konser Coldplay di Jakarta disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin.
Dalih aksi penolakan PA 212 lantaran Coldplay karena band asal Inggris tersebut dicap sebagai pendukung kaum LGBT.
"Jelas kami dari PA 212 menolak konser Coldplay yang mendukung LGBT itu," kata Novel dikutip dari WartaEkonomi--jaringan Suara.com, Sabtu (13/5).
muslim. Menurutnya, dalam Pancasila juga mengandung nilai-nilai yang menolak adanya LGBT.
"LGBT sangat bertentangan dengan nilai Pancasila," ucapnya.
Dengan demikian, ia mendesak pemerintah untuk menolak kehadiran Coldplay ke Indonesia.