India Larang Pemutaran Film tentang Pembunuh Indira Gandhi

Liberty Jemadu

Sabtu, 23 Agustus 2014 | 13:10 WIB
India Larang Pemutaran Film tentang Pembunuh Indira Gandhi
Monumen peringatan Indira Gandhi di Vishakhapatnam, Andra Prades, India (Shutterstock).

Suara.com - India melarang pemutaran sebuah film yang bercerita tentang pembunuhan mantan perdana menteri Indira Gandhi. Film itu dicurigai memuja kedua pembunuh sang perdana menteri sebagai pahlawan.

Film berjudul "Kaum De Heere" atau jika diterjemahkan bebas menjadi "Berlian-berlian Masyarakat" dijadwalkan diputar Jumat (22/8/2014), tetapi dinas intelijen India mengatakan film itu bisa memicu konlik di tengah masyarakat.

Dewan Pusat Sertifikasi Perfilman, lembaga sensor film India, dalam pernyataanya pada Kamis malam (21/8/2014) mengatakan film itu dilarang diputar karena beresiko mengganggu keamanan di dalam negeri.

Film itu sendiri bercerita tentang dua pengawal Indira Gandhi yang berasal dari komunitas Sikh. Satwant Singh dan Beant Singh, nama kedua pengawal itu, menembak mati Gandhi sebagai balas dendam atas keputusan sang perdana menteri yang mengirim tentara untuk menyerang Kuil Emas, situs paling suci kelompok minoritas Sikh di India.

Penyerangan terhadap Kuil Emas itu dilakukan untuk menangkap anggota-anggota militan Sikh yang berlindung di dalam situs suci yang terletak di Amritsar, Punjab, wilayah India bagian utara.

Warga Sikh mengatakan ribuan orang tewas dalam penyerangan ke kuil paling suci umat Sikh tersebut.

Pembunuhan Gandhi sendiri memicu salah satu kerusuhan paling berdarah dalam sejarah India. Warga Sikh dikejar-kejar dan lebih dari 3000 kaum Sikh tewas dalam konflik horizontl di seluruh India.

Adapun Beant Singh tewas ditembak polisi setelah pembunuhan itu. Sementara Satwant Singh ditangkap dan meninggal di tiang gantungan.

Keputusan pemerintah melarang pemutaran film itu ditentang oleh produser film tersebut, Ravidner Ravi.

"Saya mengikuti persidangan kasus itu dan membaca laporan penyelidikan pembunuhan tersebut. Saya juga menghabiskan banyak waktu dengan keluarga Satwant dan Beant Singh sebelum membuat film itu," kata Ravi.

"Film-film tentang pembunuhan politik banyak ditemukan di seluruh dunia, jadi mengapa tidak boleh membuat film tentang pembunuhan (Indira) Gandhi?" ujar dia. (BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disangka Selingkuh Beda Agama, Mertua Tikam Mata Menantu

Disangka Selingkuh Beda Agama, Mertua Tikam Mata Menantu

News | Rabu, 11 Juni 2014 | 13:43 WIB

Terkini

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:39 WIB

Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker

Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 18:37 WIB

Jejak Rasuah Sirajudin Lasena Diduga Dimulai Sejak Jabat Pj Bupati Bolmut, Raup Belasan Miliar

Jejak Rasuah Sirajudin Lasena Diduga Dimulai Sejak Jabat Pj Bupati Bolmut, Raup Belasan Miliar

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:36 WIB

Art Jakarta 2026 Hadir 2-4 Oktober, Libatkan 75 Galeri dari Indonesia dan Mancanegara

Art Jakarta 2026 Hadir 2-4 Oktober, Libatkan 75 Galeri dari Indonesia dan Mancanegara

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:29 WIB

Minta Pakar Objektif Soal Kebijakan Pemerintah, Pigai: Saya Disuruh Turun Tidak Masalah, Tapi...

Minta Pakar Objektif Soal Kebijakan Pemerintah, Pigai: Saya Disuruh Turun Tidak Masalah, Tapi...

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:27 WIB

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:26 WIB

Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol

Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 18:24 WIB

Prabowo Dorong Industri Tekstil Bangkit, Bea Cukai Diminta Tertibkan Impor yang Ganggu Produsen

Prabowo Dorong Industri Tekstil Bangkit, Bea Cukai Diminta Tertibkan Impor yang Ganggu Produsen

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:24 WIB

Banjir Bandang Solok, 1 Korban Ditemukan Meninggal-1Masih Dicari

Banjir Bandang Solok, 1 Korban Ditemukan Meninggal-1Masih Dicari

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 18:23 WIB

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Mulsa Perak Jadi Senjata Petani Lawu Hadapi Musim Kemarau

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 18:22 WIB

×